palestina

Indonesia kecam penembakan terhadap imam Masjid Al-Aqsa

Syekh Ikrima Sabri luka parah di kepala akibat tembakan peluru karet dalam jarak dekat.

20 Juli 2017 01:56

Pemerintah Indonesia pihatin sekaligus mengecam memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa dan penembakan terhadap imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ikrima Sabri di Yerusalem Timur, Palestina.

Sebanyak 14 warga Palestina cedera dalam bentrokan dengan polisi Israel Selasa malam lalu sehabis salat Isya di Bab al-Asbat, salah satu pintu masuk ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina.

Salah satu yang mengalami cedera serius adalah Imam Masjid Al-Aqsa sekaligus Ketua Dewan tertinggi Muslim Syekh Ikrima Sabri. Dia terkena tembakan peluru karet dalam jarak dekat, seperti dilansir Al-Arabiya.

"Indonesia juga mengecam langkah aparat keamanan Israel membatasi akses ke kompleks Al-Aqsa yang tidak sesuai hak kaum muslim untuk bebas melakukan ibadah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir melalui siaran pers diterima Albalad.co hari ini.

Arrmanatha menambahkan Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al-Aqsa, agar Masjid Al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu dapat dimasuki semua umat Islam.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia meminta israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di kompleks Al-Aqsa. Indonesia juga mengajak semua pihak buat menahan diri supaya situasi tidak makin memburuk.

Menurut Arrmanatha, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui telepon semalam telah membahas situasi di Al-Aqsa dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi. 

Pemuda Palestina bentrok dengan pasukan Israel pada 7 Mei 2021 di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. (Telegram)

Bentrokan pecah di dalam Masjid Al-Aqsa, 178 warga Palestina luka

Pasukan negara Zionis itu menggunakan tembakan peluru karet, granat kejut, dan bom gas untuk membubarkan pemuda Palestina melempari mereka dengan berbagai benda.

Raida, warga Palestina di Dyekh Jarrah, Yerusalem Timur, membuka rumahnya untuk demonstran Palestina berlindung dari tembakan gas air mata dan peluru karet pasukan Israel. (Middle East Eye)

Perlawanan dari Syekh Jarrah

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan 40 orang Palestina dari empat keluarga itu tidak berhak lagi menempati rumah mereka lantaran terbukti sebelum 1948, tempat tinggal mereka adalah milik warga Yahudi.

Panglima Brigade Izzudin al-Qassam Muhammad Daif. (www.rtl.fr)

Pemimpin Brigade Al-Qassam ancam Israel jika pengusiran terhadap warga Palestina berlanjut

Sejumlah keluarga Palestina di Yerusalem Timur diusir dari rumah mereka oleh para pemukim Yahudi.





comments powered by Disqus