palestina

Kesal lihat situasi di Al-Aqsa, pemuda Palestina bunuh tiga orang Yahudi

"Saya berumur 20 tahun, saya memiliki banyak mimpi, tapi tidak ada lagi kehidupan setelah apa yang saya saksikan di Al-Aqsa."

22 Juli 2017 23:40

Beberapa jam sebelum berangkat untuk menyerang kemarin malam lalu, Umar al-Abid menulis status dalam bahasa Arab di akun Facebooknya: "Saya berumur 20 tahun, saya memiliki banyak mimpi, tapi tidak ada lagi kehidupan setelah apa yang saya saksikan di Al-Aqsa."

Sehabis salat Jumat kemarin, sekitar tiga ribu warga Palestina di Yerusalem Timur dan seantero Tepi Barat bentrok dengan aparat keamanan Israel. Tiga orang Palestina tewas dan 300 lainnya cedera. 

Berbekal sebilah pisau, Umar pergi dari rumahnya di kota kecil Khobar menuju Halmisy, permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Keluarga bakal menjadi sasaran serangan saat itu tengah makan malam buat menyambut Shabbat. Umar tiba-tiba masuk dan langsung menyerang tuan rumah.  

Salah satu perempuan berhasil menyelamatkan anak-anak dan bersembunyi di dalam sebuah ruangan, lantas menelepon polisi.

Umar berhasil menikam suami istri berusia 60-an tahun dan dua anak mereka berusia 40-an tahun. Petugas medis bergegas melarikan mereka ke pusat kesehatan Shaare Zedek di Yerusalem, tapi hanya sang istri bisa diselamatkan.

Tentara sedang cuti mendengarkan teriakan dari rumah korban segera ke sana dan menembak pelaku. Umar kemudian dirawat di Rabin Medical Center di Petah Tikva.

Pasukan keamanan Israel menyimpulkan Umar terkait dengan Hamas namun bukan anggota aktif. Kepada penyidik, dia mengaku membawa pisau untuk menyerang polisi Israel dalam bentrokan di sekitar Al-Aqsa. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR