palestina

Israel pasang kamera pengawas di pintu masuk Al-Aqsa

Israel msih tetap mempertahankan detektor logam.

24 Juli 2017 09:11

Israel telah memasang sejumlah kamera pengawas di pintu-pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. Para pejabat negara Zionis itu bilang kamera pengintai ini sebagai alternatif dari detektor logam sudah dipasang sebelumnya.

Para tokoh dan rakyat Palestina menolak pemasangan detektor logam di gerbang Al-Aqsa setelah masjid itu dibuka lagi Ahad dua pekan lalu. Protes besar-besaran sehabis salat Jumat minggu kemarin memicu bentrokan sengit di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan perbatasan Jalur Gaza. Insiden ini menewaskan tiga warga Palestina.

Warga palestina menuding pemasangan detektor logam dan kini kamera pengintai merupakan upaya Israel buat menguasai Al-Aqsa.

Husain Da'na, 76 tahun, bilang dia menolak detektor logam dan kamera pengawas dipasang di semua gerbang Al-Aqsa. "Kami salat di sini (Al-Aqsa) saban pagi dan polisi menyerang kami. Saya akan tetap salat di sini sampai israel mencabut semua yang baru," katanya kepada Al-Jazeera, merujuk pada detektor logam dan kamera pengawas.

Kamera-kamera pengintai itu baru dipasang di Gerbang Singa. Polisi Israel melarang wartawan melewati pintu masuk tersebut.

Mayor Jenderal Yoav Mordechai, mengepalai badan urusan sipil Palestina, menjelaskan Israel terbuka atas semua peluang buat menurunkan ketegangan. "Satu-satunya kami inginkan adalah memastikan tidak ada orang bersenjata masuk Al-Aqsa dan menyerang lagi," ujarnya. "Kami ingin mengevaluasi alternatif dari detektor logam sepanjang alternatif itu bisa mencegah serangan."

Israel memperketat pengamanan di Al-Aqsa setelah tiga warga Palestina menyerang tiga polisi Israel pada Jumat dua pekan lalu. Peristiwa ini menewaskan dua polisi Israel dan ketiga pelaku. Dua hari kemudian, Israel membuka lagi Al-Aqsa namun memasang detektor logam di gerbangnya.

Syekh Wasif al-Bakri, pelaksana tugas kepala hakim syariah di Yerusalem, mengatakan detektor logam masih terpasang di pintu-pintu masuk Al-Aqsa meski israel bilang akan dicabut. "Perkembangan terakhir adalah kamera-kamera laser khusus dipasang di Gerbang Singa," ujarnya kepada Arab News.

Syekh Umar Kiswani, manajer Al-Aqsa, menjelaskan aparat keamanan Israel menebang beberapa pohon agar kamera-kamera pengintas itu bisa bebas merekam situasi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR