palestina

Israel bongkar detektor logam di pintu masuk Al-Aqsa

Namun kamera pengintai tetap dipertahankan.

25 Juli 2017 05:52

Dalam rapat berlangsung semalam, kabinet keamanan Israel memutuskan untuk membongkar detektor logam di pintu-pintu masuk di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina.

Seorang pejabat senior Israel menghadiri rapat kabinet itu mengungkapkan detektor-detektor logam itu akan diganti dengan perlatan berteknologi mutakhir, sehingga mampu memantau situasi Kota Tua, Yerusalem Timur, buat memastikan para pengunjung Al-Aqsa. Namun dia tidak menyebutkan apakah perlatan canggih itu termasuk kamera pengawas baru dipasang di gerbang-gerbang Al-Aqsa.

Dia menambahkan kabinet keamanan juga telah mengalokasikan seratus juta shekel bagi Kepolisian Israel dan Kementerian Keamanan Masyarakat untuk mempersiapkan dan mengimplementasikan sistem keamanan baru di Al-Aqsa. Dia bilang Israel bakal menambah jumlah polisi bertugas menjaga keamanan di sekitar Al-Aqsa.

Pejabat tersebut menekankan Israel ingin menjaga status quo Al-Aqsa.

Direktur Masjid Al-Aqsa Syekh Naji Bakirat membenarkan pasukan keamanan Israel sudah mulai membongkar detektor logam itu. Namun dia menekankan keputusan itu belum memnuhi semua tuntutan rakyat palestina karena Israel sudah memasang kamera-kamera pengintai sebagai pengganti detektor logam.

Detektor-detektor logam itu dipasang sejak 16 Juli lalu, setelah Al-Aqsa dibuka lagi untuk pengunjung dan jamaah ingin salat. Israel menutup Al-Aqsa sekaligus membatalkan salat Jumat untuk pertama kali dalam 48 tahun, setelah tiga warga Palestina menembak tiga polisi Israel. Insiden ini menewaskan dua polisi tersebut dan ketiga pelaku.

Pemasangan detektor logam itulah memicu kemarahan para tokoh dan rakyat Palestina. Mereka menganggap kebijakan itu sebagai upaya Israel memperluas kontrol terhadap Al-Aqsa. bentrokan bear dan sengit pun pecah sehabis salat Jumat pekan lalu di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan perbatasan Jalur Gaza. Hingga kini, krisis Al-Aqsa telah menewaskan lima warga Palestina, tiga warga Israel, dan melukai lebih dari 900 orang Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR