palestina

Indonesia akan usulkan perlindungan internasional terhadap Al-Aqsa

"Isunya adalah akses bebas untuk beribadah karena kebebasan beribadah merupakan salah satu hak yang paling mendasar," kata Retno.

25 Juli 2017 20:15

Pemerintah Indonesia bakal mengusulkan pembentukan semacam pasukan internasional untuk memberikan perlindungan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bilang proposal itu bakal disampaikan dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 1 Agustus mendatang.

Namun Retno menambahkan dirinya belum bisa menjelaskan secara detail mengenai gagasan pemerintah tersebut. Dia mengatakan usulan masih dalam tahap pendalaman dan pembahasan.

Manajemen Al-Aqsa selama ini dikelola oleh lembaga wakaf dibentuk oleh pemerintah Yordania. Sedangkan situasi keamanan di sekitar Al-Aqsa dan Kota Tua, Yerusalem Timur, diatur oleh Israel.  

"Tetapi sekali lagi, isunya adalah akses bebas untuk beribadah karena kebebasan beribadah merupakan salah satu hak yang paling mendasar," kata Retno hari ini, usai menggelar pertemuan dengan para duta besar perwakilan diplomatik negara-negara anggota OKI di kantornya di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, dia menjelaskan posisi Indonesia dalam konflik Al-Aqsa saat ini. Retno juga meminta semua anggota OKI memiliki posisi sama dan solid dalam isu Palestina, terutama mengenai Al-Aqsa.

Kekerasan meletup di kompleks Masjid Al-Aqsa sejak 14 Juli lalu, ketika tiga warga Palestina menembak tiga polisi Israel berjaga di sekitar Al-Aqsa. Insiden pada Jumat dua pekan lalu ini menewaskan dua polisi Israel dan ketiga pelaku.

Israel langsung menutup Al-Aqsa sekaligus membatalkan salat Jumat di sana - yang pertama dalam 48 tahun terakhir. Dua hari kemudian, negara Zionis itu membuka kembali Al-Aqsa namun memasang detektor logam di pintu-pintu masuk Al-Aqsa untuk mencegah orang masuk dengan membawa senjata.

Kebijakan pemasangan detektor logam itulah memicu gelombang bentrokan sehabis salat Jumat pekan lalu di Yerusalem Timur, seantero Tepi Barat, dan perbatasan Jalur Gaza.

Hingga kini, menurut Bulan Sabit Merah Palestina, krisis Al-Aqsa telah menewaskan lima warga Palestina, tiga orang Israel, dan melukai lebih dari 900 warga Palestina.

Akibat pengetatan keamanan di Al-Aqsa, warga muslim Palestina memilih salat di luar kompleks Al-Aqsa. Mereka menuding pemasangan detektor logam dan kamera oengintai sebagai upaya Israel buat mengontrol Al-Aqsa.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR