palestina

Waqf ajukan syarat buat akhiri boikot Al-Aqsa

Sejak 16 Juli lalu, para tokoh dan rakyat Palestina menolak salat di dalam Masjid Al-Aqsa.

27 Juli 2017 11:55

Waqf, lembaga mengelola kompleks Masjid Al-Aqsa, kemarin menyerahkan sejumlah syarat kepada Israel untuk mengakhiri protes sekaligus boikot warga muslim Palestina terhadap Al-Aqsa.

Para tokoh dan rakyat Palestina menolak salat di dalam Al-Aqsa setelah masjid itu dibuka lagi pada 16 Juli lalu. Mereka memprotes pemasangan detektor logam di pintu masuk Al-Aqsa, yakni di Gerbang Singa. Karena itu, mereka salat di jalanan.

Daftar tuntutan itu, menurut beberapa sumber Palestina, disampaikan dalam pertemuan antara seorang perwakilan dari Waqf dengan Wakil Kepala Kepolisian Yerusalem Yoram Halevy.

Sumber-sumber tersebut mengungkapkan itu merupakan pertemuan kedua.

Perwakilan Waqf meminta kondisi di Al-Aqsa dikembalikan ke keadaan sebelum terjadinya penembakan pada 14 Juli, menewaskan dua polisi Israel berjaga di Al-Aqsa. Ketiga pelaku juga dibunuh oleh aparat keamanan Israel.

Meski srael pada Selasa pagi pekan lalu membongkar detektor logam di pintu masuk Al-Aqsa, Mufti Yerusalem Syekh Muhamnad Husain dan pimpinan Waqf menyerukan protes berlanjut.

Di antara permintaan diajukan dalam pertemuan itu adalah membuka kembali lima pintu masuk Al-Aqsa ditutup sejak krisis meletup, mencopot lima kamera pengintai baru dipasang, dan membongkar jeruji dipasang di pintu masuk. 

Israel semalam membongkar semua kamera di Gerbang Singa, tapi Hamas dan Fatah sudah menyerukan protes kemarahan pada Jumat pekan ini.

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus