palestina

Warga muslim Palestina kembali salat di Al-Aqsa

Polisi Israel sudah membongkar detektor logam dan kamera di pintu masuk Al-Aqsa.

27 Juli 2017 23:56

Setelah 12 hari melakukan boikot, ribuan warga muslim Palestina hari ini kembali salat di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina.

Kegiatan salat dilakukan setelah polisi Israel membongkar detektor logam dan kamera pengintai di pintu masuk Al-Aqsa, menyebabkan protes besar-besaran berujung bentrokan di seantero Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan perbatasan Jalur Gaza.    

Setelah memastikan kompleks Al-Aqsa kembali ke situasi sebelum insiden pada 14 Juli lalu, Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina untuk kembali salat di dalam Al-Aqsa. "Segalanya sudah kembali seperti semula, jadi kami akan salat di Al-Aqsa," katanya kepada Al-Arabiya.

Seruan serupa juga disampaikan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan pimpinann Waqf, lembaga bentukan Yordania bertugas mengelola kompleks Al-Aqsa.

Krisis Al-Aqsa bermula dengan pembunuhan dua polisi Israel oleh tiga lelaki Palestina Jumat dua pekan lalu. Peristiwa ini memaksa Israel menutup Al-Aqsa sekaligus membatalkan pelaksanaan salat Jumat di sana, untuk pertama kali dalam waktu 48 tahun terakhir.

Kompleks Al-Aqsa dibuka lagi dua hari kemudian dengan pemasangan detektor logam ditambah kamera pengawas beberapa hari kemudian. Inilah memicu demonstrasi besar-besaran warga Palestina. Mereka menolak salat dalam Masjid Al-Aqsa dan memilih beribadah di jalanan.

Juru bicara Kepolisian Israel Luba Samri semua detektor logam dan kamera sudah dicopot dari pintu masuk Al-Aqsa sejak pagi hari ini. "Polisi mengembalikan prosedur keamanan seperti sebelum terjadi serangan," ujarnya kepada the Times of Israel. "Detektor logam, kamera, dan halangan lainya sudah dibongkar."

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR