palestina

Interpol terima Palestina sebagai anggota

Israel menolak keputusan itu dengan alasan Palestina bukan sebuah negara.

27 September 2017 23:42

Interpol (Organisasi Kepolisian Internasional) hari ini menerima Palestina dan Kepulauan Solomon sebagai negara anggota dalam sidang majelis umum Interpol di Ibu Kota Beijing, Cina.

Keputusan ini dihasilkan lewat pemungutan suara meski mendapat penolakan keras dari Israel. Negara Zionis ini bilang dunia bakal main berbahaya setelah Palestina menjadi negara anggota.

Israel berpendapat Palestina bukanlah sebuah negara sehingga tidak bisa bergabung menjadi anggota Interpol. Sesuai kesepakatan sementara Palestina-Israel, Otoritas Palestina hanya diberikan kewenangan terbatas untuk mengatur wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Beberapa saat sebelum pemungutan suara dilaksanakan, Kementerian Luar Negeri Israel menjelaskan beragam upaya untuk menunda voting sampai tahun depan telah gagal.

"Kemenangan ini bisa terjadi karena posisi prinsip dari sebagian besar anggota Interpol," kata Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki melalui keterangan tertulis.

Interpol menyebutkan Palestina dan Kepulauan Solomon mendapat lebih dari dua pertiga suara dibutuhkan untuk diterima menjadi anggota. Organisasi ini sekarang memiliki 192 negara anggota.

Palestina mengajukan diri sebagai anggota tahun lalu dalam pertemuan Interpol di Indonesia. Tapi usaha itu gagal lantaran Israel menganggap pencalonan Palestina itu sebagai kampanye diplomatik anti-Israel.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa lima tahun lalu menaikkan status Palestina dari peninjau menjadi negara non-anggota.

Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Venezuela Nicolas maduro (kanan). (Yeni Safak)

Raja Salman absen, Presiden Maduro hadiri KTT luar biasa OKI soal Yerusalem

"Deklarasi Trump ilegal, benar-benar tidak sah," katanya.

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT luar biasa OKI di Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas isu Yerusalem dan Palestina. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI deklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina

Arab Saudi bareng sekutunya - Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain - cuma mengutus menteri saja.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri konferensi luar biasa OKI tingkat menteri di Kota Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Saudi cuma kirim menteri dalam KTT luar biasa OKI soal Yerusalem

Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain juga mengirim menteri.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri konferensi luar biasa OKI tingkat menteri di Kota Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Menteri Retno: Deklarasi Trump soal Yerusalem keterlaluan

Dia meminta kepada seluruh negara anggota OKI untuk memanfaatkan situasi saat ini buat mendorong proses perundingan bergulir lagi.





comments powered by Disqus