palestina

Menteri Retno: Membela Palestina adalah jantung politik luar negeri Indonesia

Maret tahun lalu, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi luar biasa OKI mengenai Palestina dan Al-Quds.

26 Oktober 2017 17:23

Masalah penjajahan Palestina merupakan isu kunci bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Hal itu kembali ditegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers di kantornya hari ini.

"Saya selalu menyampaikan perjuangan Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia," katanya. Seyap helaan napas diplomasi Indonesia, di situ selalu ada Palestina."

Karena itu, lanjut dia, upaya Indonesia tidak pernah berhenti untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaan dan kedaulatannya. Dia menambahkan konsulat kehormatan Indonesia di Ramallah merupakan langkah pertama untuk lebih mendekatkan diri dengan rakyat Palestina.

Maret tahun lalu, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi luar biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengenai Palestina dan Al-Quds. Pada 2015, Jakarta menjadi tuan rumah konferensi internasional mengenai Yerusalem.

Retno menekankan Indonesia juga merupakan negara mendorong dilakukannya pertemuan tingkat menteri luar negeri OKI mengenai Yerusalem sehabis kerusuhan terjadi di kota suci tiga agama itu baru-baru ini.  

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR