palestina

Peringati Hari Solidaritas Palestina, KBRI Amman berikan bantuan makanan bagi pengungsi

Kantor UNRWA di Yordania juga memberikan bantuan tunai kepada hampir 60 ribu pengungsi paling miskin, sebanyak US$ 115 per orang saban tahun.

30 November 2017 09:52

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, kemarin ikut memperingati Hari Solidaritas Palestina diadakan olehUNRWA (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Palestina). Peringatan ini bertujuan mendorong negara-negara anggota Majelis Umum PBB terus memberi dukungan dan publisitas seluas-luasnya dalam agenda tersebut.  

Dalam kunjungan ke kantor UNRWA, KBRI Amman memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina di Yordania, berupa satu truk makanan asal Indnesia, seperti mie instan, kopi instan, biskuit, kacang-kacangan, permen, dan berbagai makanan kering lainnya. Bantuan itu sumbangan dari donatur Indonesia dan para pengusaha Yordania merupakan importir makanan produk Indonesia.

Bantuan makanan itu diserahkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto dan diterima oleh Direktur UNRWA Roger Davies. Andy berharap sumbangan makanan ini dapat membantu sebagian pengungsi Palestina dalam menghadapi musim dingin, seperti dilansir dalam siaran pers KBRI Amman diterima Albalad.co hari ini.

KBRI Amman tahun lalu menyalurkan uang tunai dari masyarakat Indonesia sebesar US$ 20 ribu melalui UNRWA, untuk membantu peralatan sekolah di kamp pengungsi Rusayifah danJalur Gaza.

Roger berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap bangsa Palestina. Dia menambahkan UNRWA tahun ini mengalami defisit US$ 77 juta. Karena itu, berapa pun sumbangan diberikan oleh suatu negara, kelompok, atau individu pasti akan diterima dengan senang hati.

Pada peringatan Hari Solidaritas Palestina tahun ini, Andy Rachmianto dan rombongan KBRI Amman mengunjungi beberapa sekolah dan fasilitas kesehatan ada di kamp pengungsi Palestina berlokasi di Qusur dan Marka, pinggiran Amman.

Saat ini, UNRWA di Yordania melayani sekitar 2,2 juta pengungsi Palestina tersebar di sepuluh kamp atau 43 persen dari total pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, Libanon, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. UNRWA Yordania mempunyai tujuh ribu staf dan 95 persennya pengungsi Palestina sendiri.

Selain itu, UNRWA mempunyai 171 sekolah dengan 121.368 siswa belajar dari kelas 1 sampai kelas 10, satu Fakultas Sains dan Seni Pendidikan, dua pusat pelatihan kejuruan dan teknis.

UNRWA Yorddania juga mengoperasikan 25 pusat kesehatan mampu merawat lebih dari 1,1 juta pengungsi, sepuluh pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program peningkatan sumber daya perempuan.

Kantor UNRWA di Yordania juga memberikan bantuan tunai kepada hampir 60 ribu pengungsi paling miskin, sebanyak US$ 115 per orang saban tahun.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Hamzah Muhammad al-Qumshan, pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta. (Hamzah al-Qumshan buat Albalad.co)

Pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta

"Tapi saya ditolak oleh Indonesia, Malaysia, dan Yordania," kata Hamzah kepada Albalad.co hari ini.

Surat perjalanan laksana paspor dikeluarkan oleh Direktorat Keamanan Umum Libanon bagi para pengungsi Palestina tinggal di negara itu. (Screengrab)

Arab Saudi larang hampir tiga juta orang Palestina untuk berumrah dan berhaji

Larangan ini berlaku bagi orang Palestina hidup di Israel, Yordania, Libanon, dan Yerusalem Timur. Keputusan Saudi ini berdasarkan kesepakatan dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR