palestina

Italia tolak pembajak asal Palestina Laila Khalid

Dia dua kali membajak pesawat pada 1969 dan 1970.

30 November 2017 11:46

Pihak imigrasi Italia kemarin menolak mengizinkan pembajak pesawat legendaris asal Palestina Laila Khalid, setibanya di Bandar Udara Fiumicino di Ibu Kota Roma.

Surat kabar La Stampa menulis Laila dilarang memasuki Italia karena tidak memiliki visa Schengen, merupakan syarat untuk bepergian ke negara-negara Eropa dalam masa singkat. Tapi Jerman, Spanyol, Denmar, Austria, dan Yunani - semuanya juga memberlakukan visa Schengen - mengizinkan Laila masuk ke negara mereka.

Perempuan 73 tahun ini merupakan anggota PFLP (Barisan Rakyat untuk Pembebasan Palestina). Dia sudah beberapa tahun berkeliling Eropa untuk mempromosikan penghapusan Israel dan berkampanye soal BDS (boikot divestasi, dan sanksi).

Laila pernah bilang, "Perundingan dengan Israel hanya bisa dilakukan dengan pisau dan senjata."

Laila bersama timnya pernah membajak pesawat TWA bernomor penerbangan 840 pada 1969. Setahun kemudian, dia ikut membajak pesawat milik maskapai El Al asal Israel bernomor penerbangan 219.

Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co, perempuan kelahiran Haifa itu menekankan pembajakan dilakukan agar dunia internasional menaruh perhatian terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Sila baca: Saya tidak pernah menyesal

Laila Khalid kini menetap di Ibu Kota Amman, Yordania.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus