palestina

Lelaki muslim pemegang kunci pintu Gereja Makam Yesus

Sedangkan tugas membuka sekaligus menutup pintu gereja diemban klan Nusaibah.

03 Desember 2017 11:27

Ketika malam mulai merambat, Adib Jaudah, lelaki muslim, berjalan melewati gang-gang sempit di Kota Tua Yerusalem Timur, dengan membawa kunci pintu salah satu bangunan paling disucikan kaum Nasrani sejagat.

Berabad-abad silam, kunci besi untuk membuka dan menutup Gereja Makam, dibangun di lokasi diyakini banyak orang Kristen sebagai tempat Yesus disalib sekaligus dikubur, dipercayakan kepada klan paling terpandang di Yerusalem.

Jaudah bilang pengaturan itu sudah berlangsung sejak Salahuddin Al-Ayyubi, panglima pasukan muslim, merebut Yerussalem dari kaum kafir pada 1187. "Jujur saja, ini sebuah kehormatan besar bagi seorang muslim untuk memegang kunci Gereja Makam Yesus, gereja paling penting dalam keyakinan nasrani," kata pria 53 tahun ini.

Klan Nusaibah di Yerusalem kebagian tugas membuka sekaligus menutup pintu gereja. Perlu tangan kokoh untuk membuka dan menutup pintu Gereja Makam Yesus. Kuncinya memiliki panjang 30 sentimener dan berat 250 gram.

Para ahli sejarah berbeda pendapat soal alasan Salahuddin menyerahkan kunci Gereja Makam Yesus kepada dua keluarga muslim. Sebagian mengatakan itu untuk menunjukkan dominasi Islam atas Kristen di Yerusalem. Yang lain berpendapat ada motif ekonomi karena pengunjung dikenai biaya kalau ingin berzziarah.

Menurut Jaudah, catatan sejarah yang ada menyebutkan penunjukkan keluarganya sebagai pemegang kunci Gereja Makam Yesus berdasarkan keputusan penguasa Kesultanan usmaniyah di abad ke-16.

Dia menambahkan kunci dia pegang saat ini berumur 800 tahun. Satunya lagi patah setelah dipakai beratus-ratus tahun.

Jaudah menjelaskan dirinya mulai belajar tugas sebagai pemegang kunci Makam Gereja Yesus dari ayahnya sejak berusia delapan tahun. "Saya telah melakoni peran ini selama 30 tahun dan saya merasa Gereja Makam Yesus sebagai rumah kedua saya," tuturnya.

Aliran Orthodoks Yunani, Armenia, dan Katolik Romawi merupakan tiga penguasa di Gereja Makam Yesus tersebut.

Menurut Yisca Harani, ahli Nasrani, dengan mempercayakan tugas memenag kunci dan membuka serta menutup pintu Gereja Makam Yesus, menjadi faktor pendamai antara ketiga aliran selalu berselisih itu.
"Gereja tersebut menjadi contoh kehidupan harmoni," katanya.   

Seorang perempuan melewati poster Syekh Ahmad Yasin (pendiri Hamas) dan Yasir Arafat (pendiri Fatah) di sebuah jalan di Kota Gaza. Kedua faksi ini masih berseteru. (www.haaretz.com)

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Australia besok akui Yerusalem ibu kota Israel

Belum diketahui apakah pengakuan itu atas seluruh Yerusalem atau hanya Yerusalem Barat saja sebagai ibu kota Israel.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Kepala Kepolisian Provinsi Hebron Kolonel Ahmad Abu ar-Rub membantu memperbaiki mobil pasukan Israel mogok di Hebron, 11 November 2018. (Twitter)

Bantu perbaiki mobil pasukan Israel mogok, pejabat polisi Palestina dipecat

Abu Rub membantu lantaran mobil itu menghalangi perjalanan konvoi pejabat Palestina.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

arafat dan syekh yasin

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

11 Desember 2018

TERSOHOR