palestina

Trump beritahu Abbas Amerika akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Kalau rencana ini terlaksana berarti itu merupakan bentuk pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

05 Desember 2017 23:16

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini menghubungi Presiden Palestina Mahmud Abbas. Seorang juru bicara Abbas bilang melalui telepon, pemimpin dari Partai Republik itu memberitahu Abbas, dia akan memindahkan Kedutaan besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem.

"Presiden (Donald Trum) pagi hari ini (waktu Washington DC) telah menelpon Perdana Menteri Netanyahu (Benjamin Netanyahu) dan Raja Abdullah dari Yordania," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders.

Kalau rencana ini terlaksana berarti itu merupakan bentuk pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Amerika Serikat sudah mengesahkan Jerusalem Embassy Act pada 1995, mewajibkan pemerintah Amerika memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Namun beleid disahkan di era Presiden Bill Clinton ini selalu ditunda oleh tiap presiden Amerika karena khawatir tindakan itu bakal menghancurkan proses perdamaian dan memperluas konflik.

Tiap penundaan pemindahan kedutaan itu berlaku saban enam bulan dan bisa diperpanjang.   

Para pemimpin Arab, termasuk Abbas dan Raja Abdullah dari Yordania, telah memperingatkan perubahan status atas Yerusalem bisa berakibat sangat fatal.

Yerusalem sendiri sebenarnya berstatus di bawah hukum internasional sejak Israel mencaplook kota suci tiga agama itu pada 1967. Namun secara sepihak, negara Zionis ini mengklaim Yerusalem atau Al-Quds dalam bahasa Arab, sebagai ibu kota abadi mereka dan tiddak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Klaim ini dilakukan lewat Hukum Dasar Yerusalem disahkan Knesset (parlemen Israel) pada 1980.

Palestina selama ini menuntut kemerdekaan atas wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran akan naikkan anggaran bagi Hamas jadi Rp 426 miliar setahun

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Israel larang bocah Palestina ke Al-Aqsa karena ludahi wartawan Arab Saudi

Nabulsi dan tiga warga Palestina itu dilarang memasuki Al-Aqsa selama 15 hari dan sanksi ini dapat diperpanjang.

Muhammad Saud, wartawan Arab Saudi berkunjung ke Israel. (Twitter)

Warga Palestina usir jurnalis Arab Saudi berziarah ke Masjid Al-Aqsa

Muhammad Saud diludahi, dilempari kursi dan batu.





comments powered by Disqus