palestina

Trump deklarasikan Yerusalem ibu kota Israel

Pengakuan Trump ini sejalan dengan kepentingan Israel menyatakan Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

07 Desember 2017 06:15

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin waktu setempat atau hari ini waktu Jakarta mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Saya telah memutuskan sekaranglah saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem  sebagai ibu kota Israel," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington DC. "Pengakuan ini tidak lebih dan tidak kurang merupakan pengakuan atas realitas. "Ini juga hal benar untuk dilakukan.

Dia menekankan presiden-presiden Amerika sebelumnya selalu menjanjikan hal serupa saat berkampanye, namun tidak dipenuhi selama menjabat.

Menurut Trump, pengakuan Amerika ini merupakan sebuah langkah panjang menuju proses perdamaian di Timur Tengah. "Saya menilai tindakan ini adalah kepentingan terbaik bagi Amerika dan untuk upaya perdamaian antara Palestina dan Israel," ujarnya.

Israel menyatakan langkah Trump tersebut sebagai sesuatu yang bersejarah. 

Sedangkan Presiden Palestina Mahmud Abbas bilang pengakuan itu sesuatu menyedihkan. Dia menganggap Amerika tidak pantas lagi menjadi mediator perdamaian.

Pengakuan Trump ini sejalan dengan kepentingan Israel menyatakan Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT luar biasa OKI di Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas isu Yerusalem dan Palestina. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI deklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina

Arab Saudi bareng sekutunya - Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain - cuma mengutus menteri saja.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri konferensi luar biasa OKI tingkat menteri di Kota Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Saudi cuma kirim menteri dalam KTT luar biasa OKI soal Yerusalem

Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain juga mengirim menteri.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri konferensi luar biasa OKI tingkat menteri di Kota Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Pertemuan ini membahas pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Menteri Retno: Deklarasi Trump soal Yerusalem keterlaluan

Dia meminta kepada seluruh negara anggota OKI untuk memanfaatkan situasi saat ini buat mendorong proses perundingan bergulir lagi.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Amerika sudah punya lahan buat bangun kedutaan di Yerusalem

Bila ingin memindahkan kedutaan ke Yerusalem, Amerika tidak membangun gedung baru, cukup mengganti nama gedung konsulat saja.





comments powered by Disqus