palestina

Menteri Retno: Tidak ada perdamaian adil dan hakiki sebelum Palestina merdeka

Dia menekankan kehadiran Joko Widodo menunjukkan isu Palestina sangat penting bagi rakyat dan pemerintah Indonesia.

12 Desember 2017 10:35

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan deklarasi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat tidak akan mengubah komitmen Indonesia untuk memperjuangkap kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu dia sampaikan kemarin dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Aiman Safadi di Ibu Kota Amman, Yordania.

Pengakuan Trump itu memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Para pemimpin dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, termasuk Presiden Joko Widodo mengutuk keras pernyataan kontroversial Trump tersebut. Protes terus berlangsung di Tepi Barat dan Jalur Gaza selalu berakhir rusuh.  

Pada kesempatan itu, dia bilang Presiden Joko Widodo bakal menghadiri konferensi tingkat tinggi luar biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengenai Palestina, akan dilangsungkan di Kota istanbul, bulan ini. Dia menekankan kehadiran Joko Widodo menunjukkan isu Palestina sangat penting bagi rakyat dan pemerintah Indonesia.

Kepada Safadi, Retno mengatakan masyarakat internasional harus tetap berpegang teguh pada keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa soal status Yerusalem di bawah hukum internasional. Dia menambahkan semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk mengakhiri ketidakadilan dialami bangsa Palestina.

"Tidak akan ada perdamaian adil dan hakiki di Timur Tengah sebelum ada kemerdekaan Palestina," kata Retno.

Retno semalam waktu Amman atau dini hari ini waktu Jakarta bertemu Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki. Selama sekitar dua jam, keduanya membahas mengenai isu terkait Yerusalem dan perjuangan bangsa Palestina.

Retno menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk selalu membantu Palestina bebas dari penjajahan Israel.  

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR