palestina

Menteri Retno: Deklarasi Trump soal Yerusalem keterlaluan

Dia meminta kepada seluruh negara anggota OKI untuk memanfaatkan situasi saat ini buat mendorong proses perundingan bergulir lagi.

13 Desember 2017 15:07

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel diumumkan Presiden Donald Trump merupakan tindakan keterlaluan.

"Keputusan Amerika mengakui Yerusalem ibu kota Israel adalah tindakan keterlaluan dan melanggar batas," kata Retno hari ini dalam konferensi luar biasa tingkat menteri Organisasi Konferensi Islam (OKI), digelar di Kota Istanbul, Turki.

Deklarasi Trump itu memantik kemarahan warga Palestina dan umat Islam sejagat. Demonstrasi menolak pernyataan kontroversial Trump berlangsung di beragam kota. Para pemimpin dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim mengecam deklarasi Trump tersebut.

Retno bilang Indonesia bakal menggalang sokongan masyarakat internasional untuk mengakui negara dan kemerdekaan Palestina. 

Dia meminta kepada seluruh negara anggota OKI untuk memanfaatkan situasi saat ini buat mendorong proses perundingan bergulir lagi. "Solusi dua negara dengan Al-Quds asy-Syarif sebagai ibu kota Palestina adalah satu-satunya penyelesaian bisa membawa perdamaian abadi di kawasan (Timur Tengah)," ujarnya.

Pengakuan Amerika itu sejalan dengan posisi Israel, telah menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

 

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR