palestina

Saudi cuma kirim menteri dalam KTT luar biasa OKI soal Yerusalem

Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain juga mengirim menteri.

13 Desember 2017 17:45

Arab Saudi dan para sekutunya cuma mengirim menteri dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) digelar hari ini di Kota Istanbul, Turki. 

Padahal isu dibahas sangat penting dan sensitif, yakni soal deklarasi pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dilakukan Presiden Donald Trump pekan lalu. 

Sedangkan negara-negara anggota OKI lainnya, termasuk Indonesia, mengirim kepala negara dalam pertemuan darurat itu. 

Saudi mengirim menteri agama. Sedangkan Mesir mengutus menteri luar negeri, Bahrain mengirim menteri kehakiman, dan Uni Emirat Arab mengutus perwakilan dari Kementerian Luar Negeri.

Qatar, tengah bermusuhan dengan Saudi, mengirim emirnya. Begitu juga Kuwait.

Kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas bulan lalu melawat ke Ibu Kota Riyadh, Putera Mahkota Arab Saudo Pangeran Muhammad bin Salman menyampaikan proposal damai soal negara Palestina dengan ibu kotanya Abu Dis, bukan Yerusalem Timur.

 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Amerika di Yerusalem

Netanyahu membandingkan deklarasi Trump di awal Desember tahun lalu ini seperti Deklarasi Balfour 1917 dan pengakuan Presiden Amerika Harry Truman atas negara Israel pada 1948.





comments powered by Disqus