palestina

OKI deklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina

Arab Saudi bareng sekutunya - Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain - cuma mengutus menteri saja.

14 Desember 2017 07:30

Sebanyak 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) kemarin mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Pengakuan ini tertuang dalam komunike bersama dihasilkan pada konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa OKI, digelar di Kota Istanbul, Turki.

Pada kesempatan itu, para pemimpin OKI meminta semua negara di dunia melakoni hal serupa. "(Kami) mendeklarasikan Yerusalem Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina dan meminta semua negara untuk mengakui negara Palestina dengan ibu kota Yerusalem Timur (sedang dicaplok oleh Israel)," kata OKI dalam komunike bersamanya.  

OKI menggelar KTT luar biasa setelah pekan lalu Presiden Donald Trump mengumumkan pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Deklarasi Trump ini memantik kemarahan umat Islam sejagat.

OKI juga menolak sekaligus mengecam keras deklarasi sepihak Amerika tersebut. Mereka juga menegaskan kembali komitmen untuk melindungi Al-Quds asy-Syarif dari kebrutalan penjajah Israel.

KTT luar biasa ini dihadiri para kepala negara, termasuk Presiden Joko Widodo, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Raja Abdullah dari Yordania, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani.

Sedangkan Arab Saudi bareng sekutunya - Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain - cuma mengutus menteri saja.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Amerika di Yerusalem

Netanyahu membandingkan deklarasi Trump di awal Desember tahun lalu ini seperti Deklarasi Balfour 1917 dan pengakuan Presiden Amerika Harry Truman atas negara Israel pada 1948.





comments powered by Disqus