palestina

Raja Salman absen, Presiden Maduro hadiri KTT luar biasa OKI soal Yerusalem

"Deklarasi Trump ilegal, benar-benar tidak sah," katanya.

15 Desember 2017 07:46

Presiden Nicolas Maduro dari Venezuela, negara berpenduduk mayoritas Katolik, secara mengejutkan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) digelar Rabu lalu di Kota Istanbul, Turki.

Hasil dari pertemuan darurat itu, OKI - beranggotakan 57 negara berpenduduk mayoritas muslim - mengecam sekaligus menolak deklarasi pengakuan Amerika Serikat dilakukan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. OKI juga mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina dan meminta semua negara mengakui Palestina dengan ibu kota Yerusalem Timur.

Maduro bilang kehadirannya sebagai peninjau di KTT luar biasa OKI tersebut untuk mengevaluasi segala hal terkait solaidaritas buat bangsa Palestina menghadapi Israel dan sekutu-sekutunya. "Deklarasi Trump ilegal, benar-benar tidak sah," katanya.

Dia menekankan pengakuan Trum itu sebagai sebuah provokasi dan pernyataan perang terhadap bangsa Arab, muslim, dan orang-orang baik di muka Bumi.

Sebaliknya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dari negara tempat kiblat umat Islam berada malah absen. Tiga sekutunya - Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain - juga cuma mengutus menteri dalam KTT luar biasa membahas isu Yerusalem itu.

Ketidakhadiran Raja Salman ini dinilai karena Saudi tidak lagi menganggap Palestina sebagai isu prioritas. Negara Kabah itu kini memusatkan perhatian pada Iran, mereka anggap sebagai musuh bebuyutan dalam perebutan pengaruh di Timur Tengah.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR