palestina

Amerika veto draf resolusi tolak pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Ini veto ke-43 Amerika terhadap semua rancangan resolusi merugikan Israel.

19 Desember 2017 10:24

Seperti sudah diperkirakan banyak pihak, dalam sidang darurat digelar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemarin waktu New York atau hari ini waktu Jakarta, Amerika Serikat memveto rancangan resolusi menolak pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Amerika Donald Trump dua pekan lalu mendeklarasikan Yerusalem menjadi ibu kota Israel. Pernyataan kontroversial ini memicu kemarahan rakyat Palestina dan umat Islam sejagat.

Draf resolusi itu didukung 14 anggota Dewan Keamanan kecuali Amerika. Alhasil, veto negara adikuasa tersebut mengakibatkan rancangan resolusi itu gagal dsahkan.

Dalam sidang darurat tersebut, Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley berharap proses perdamaian Palestina-Israel tidak mati. "Kami menyerukan kepada semua negara memiliki komitmen sama untuk belajar dari pengalaman berat masa lalu dan membawa Israel serta palestina kembali ke meja perundingan," katanya.   

Setelah pemungutan suara berakhir, Duta besar Israel buat PBB Danny Danon berterima kasih kepada Nikki atas apa yang dia sebut sikap berani.

Para perunding Palestina bilang kepada CBS News, pihaknya bakal membawa proposal soal yerusalem ke sidang Majelis Umum. Sesuai resolusi PBB pada 1950, 193 negara anggota PBB diberi kewenangan untuk bertindak kalu Dewan Keamanan menemui jalan buntu.

Veto dilakukan Amerika kali ini merupakan ke-43 terhadap semua rancangan resolusi merugikan Israel, sejak negara sekutu istimewa Israel tersebut memakai hak veto mereka pada 1970, menurut the Jewish Virtual Library.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR