palestina

128 negara anggota PBB tolak pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel

"Resolusi hari ini cuma akan berakhir di keranjang sampah sejarah," ujarnya.

22 Desember 2017 08:12

Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlangsung di Kota New York Amerika Serikat, kemarin waktu setempat atau dini hari tadi waktu Jakarta, mengesahkan resolusi menolak pengakuan Amerika Serikat dilakukan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam pertemuan darurat atas permintaan Mesir dan Yaman itu, sebanyak 128 negara mendukung resolusi tersebut. Resolusi ini juga mendesak Trump untuk segera menarik pengakuan soal Yerusalem itu.

Di antara negara pendukung resolusi itu adalah India, Rusia, dan Cina, tiga negara baru-baru ini dianggap sekutu oleh Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu. Sejumlah negara juga mengagetkan Israel karena melanggar konsensus, seperti Hungaria

Hasil pemungutan suara menunjukkan sembilan negara menolak dan 35 lainnya abstain.

Pertemuan darurat Majelis Umum PBB ini dilakukan setelah rancangan resolusi itu diveto Amerika Serikat dalam sidang Dewan Keamanan PBB beberapa hari sebelumnya.

Dalam pidatonya, Duta Besar Amerika buat PBB Nikki Haley mengancam memotong bantuan bagi negara-negara menyokong resolusi tersebut.

"Amerika akan menempatkan kedutaan besarnya di Yerusalem," kata Nikki. "Ini rakyat Amerika mau dan itu hal benar untuk dilakukan."

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Dannon menuding 128 negara penyokong resolusi tersebut sebagai boneka dikendalikan Palestina. "Resolusi hari ini cuma akan berakhir di keranjang sampah sejarah," ujarnya.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR