palestina

Afrika Selatan turunkan status kedutaannya di Tel Aviv menjadi kantor penghubung

"Kebebasan Afrika Selatan belum sempurna kalau Palestina tidak merdeka," kata Nelson Mandela.

22 Desember 2017 21:27

Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, Afrika Selatan akan menurunkan status kedutaan besarnya di Ibu Kota Tel Aviv, Israel menjadi kantor penghubung.

Ace Magashule, Sekretaris Jenderal ANC (Kongres Nasional Afrika), partai berkuasa di Afrika Selatan, mengumumkan kebijakan itu hari ini. "Kita harus memberikan dukungan praktis kepada rakyat Palestina tertindas dan memutuskan penurunan status segera dan tanpa syarat Kedutaan Besar Afrika Selatan menjadi kantor penghubung," katanya.

Semua delegasi hadir dalam konferensi nasional ANC ke-54 menyetujui resolusi itu, telah direkomendasikan sejak Juli lalu.

Aktivis asal palestina Laila Khalid mengakui ini bukan kali pertama Afrika Selatan mendukung perjuangan bangsa Palestina. "Seluruh rakyat Palestina mengetahui ucapan Nelson Mandela: 'kebebasan Afrika Selatan belum sempurna kalau Palestina tidak merdeka,'" ujarnya.

Afrika Selatan termasuk dalam 128 negara mendukung resolusi menolak pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa digelar kemarin, sembilan negara menolak dan 35 lainnya abstain.

Deklarasi kontroversial disampaikan Presiden Donald Trump itu memantik kemarahan rakyat palestina dan umat Islam di seluruh dunia.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus