palestina

Guatemala akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Guatemala pada 1950-an pernah membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem.

25 Desember 2017 11:16

Presiden Guatemala Jimmy Morales telah memerintahkan pemindahan kedutaan negara itu dari Ibu Kota tel Aviv, Israel, ke Yerusalem.

Melalui akun Facebooknya, Morales kemarin bilang keputusan itu diam ambil setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat telepon. Dia menambahkan dirinya telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Guatemala untuk berkoordinasi dengan Israel sebagai persiapan memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Kedua negara memang sudah lama berhubungan erat, terutama di bidang keamanan. Israel juga menjual persenjataannya ke Guatemala.

Guatemala pekan lalu termasuk dalam sembilan negara menentang resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sedangkan 128 negara lainnya menyetujui dan 35 abstain.

Guatemala pada 1950-an pernah membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem. Hal serupa juga dilakoni oleh Pantai Gading, Zaire (sekarang bernama Kongo), Kenya, Bolivia, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Panama, Uruguay, Venezuela, Belanda, dan Haiti.   

Namun sekarang tidak satu negara pun memiliki kedutaan besar di Yerusalem.

Meski sudah mengumumkan akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, Presiden Amerika Donald Trump menunda rencana tersebut.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Amerika di Yerusalem

Netanyahu membandingkan deklarasi Trump di awal Desember tahun lalu ini seperti Deklarasi Balfour 1917 dan pengakuan Presiden Amerika Harry Truman atas negara Israel pada 1948.





comments powered by Disqus