palestina

Pence bilang Kedutaan Amerika dipindah ke Yerusalem tahun depan

Amerika telah memilih fakta ketimbang fiksi dan realitas adalah satu-satunya dasar yang benar untuk perdamaian jujur dan abadi," kata Pence.

23 Januari 2018 11:27

Dalam pidatonya di Knesset (parlemen Israel) kemarin, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence kemarin bilang negaranya akan memindah kedutaan besar dari kota Tel Aviv ke Yerusalem tahun depan.

Pernyataan penganut Kristen Evangelis itu sekaligus memperkuat pengakuan disampaikan Presiden Amerika Donald Trump awal bulan lalu terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina menginginkan kota suci agama tersebut menjadi ibu kota mereka atau dibagi dua dengan Israel, di mana Yerusalem Timur menjadi bakal ibu kota Palestina.

Para anggota Knesset berdarah Palestina menolak kehadiran Pence. Mereka memasang spanduk bertulisan "Yerusalem ibu kota Palestina". Petugas keamanan Knesset menurunkan spanduk itu dan mengusir anggota-anggota Knesset dari ruang rapat paripurna.

Merujuk pada Alkitab, Pence menjelaskan dalam bangsa Yahudi memiliki kaitan dengan Yerusalem dalam konteks sejarah dan agama. "Amerika telah memilih fakta ketimbang fiksi dan realitas adalah satu-satunya dasar yang benar untuk perdamaian jujur dan abadi," kata Pence.

 

 

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

yair netanyahu

Anak Netanyahu sebut tidak ada yang namanya Palestina sebab nihil P dalam abjad Arab

"Lantaran tidak ada huruf J dalam bahasa Ibrani, berarti Yerusalem bukan bagian dari Israel, tidak ada yang namanya Yudea, atau Yahudi sama sekali.

25 April 2019

TERSOHOR