palestina

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

06 Maret 2018 20:49

Pemerintah Indonesia kelihatan tidak berdaya menghadapi rencana Amerika Serikat akan memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv Israel, ke Yerusalem pada Mei tahun ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sekali lagi mengulangi sikap pemerintah Indonesia, menolak pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel sekaligus menentang rencana negara adikuasa itu memindahkan kedutaannya ke kota suci bagi tiga agama tersebut," katanya hari ini dalam jumpa pers di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, usai membahas persiapan pertemuan para ulama dari Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan.  

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

Amerika sudah menyatakan akan meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 lahirnya negara Israel. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC, kemarin waktu setempat, Presiden Amerika Donald Trump bilang akan menghadiri pembukaan kedutaan negaranya di Yerusalem.

Deklarasi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Trump di awal Desember tahun lalu telah memantik kemarahan rakyat Palestina dan kaum muslim sejagat. Maklum saja, bangsa Palestina mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka.

Sedangkan Israel secara sepihak mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina, melalui Hukum Dasar Yerusalem disahkan oleh Knesset (parlemen Israel) pada 1980.  

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.





comments powered by Disqus