palestina

97 persen air tanah di Gaza tercemar

Penyebab utama polusi air tanah di Gaza adalah naiknya kadar nitrat dan garam.

23 Maret 2018 09:02

Para ahli air sepakat penduduk Jalur Gaza akan segera tidak memiliki air layak minum karena 97 persen air tanah di wilayah ini sudah tercemar.

Al-Mizan Centre for Human Rights menyebutkan tingkat pencemaran air tanah di Gaza meningkat karena polusi air laut di sana sudah mencapai 73 persen.

Sebanyak 80 persen anak berumur dibawah tiga tahun di Gaza menderita diare menunjukkan air tanah di sana sudah terkontaminasi dan tidak aman diminum. 

Wakil Kepala Badan Air Palestina Rabhi asy-Syekh menjelaskan penyebab utama polusi air tanah di Gaza adalah naiknya kadar nitrat dan garam, berbahaya bagi anak-anak serta ibu hamil karena bisa menyebab sakit ginjal dan saluran kencing. 

UNRWA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pengungsi Palestina, bilang Gaza sudah mengalami krisis air setelah Israel mengisolasi wilayah seluas 360 kilometer peraegi itu sejak 2007. 

Air tanah di Gaza tercemar nitrat lantaran limbah tidak terkontrol dan pupuk digunakan petani. Sekitar 96 persen air tanah di Gaza tidak layak minum tanpa diolah lebih dulu. 

Direktur Jenderal Coastal Municipalities Water Utility Munzir Isa Syablaq mengatakan kadar garam nitrat dalam per liter air tanah di Gaza sebanyak 120-150 miligram. Padahal kadar aman tidak boleh melebihi 50 miligram tiap liter. 

Dia menekankan 97 persen air tanah di Gaza tidak layak dikonsumsi. 

Ruang jaga dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Masjid Al-Aqsa tidak terbakar

Terdapat lima masjid dalam kompleks Al-Aqsa, yakni Al-Qibli (berkubah hijau), Kubah batu (berkubah emas), Al-Marwani, Al-Buraq, dan Bab Ar-Rahmah.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu sebut tidak akan pernah ada negara Palestina

Selama ini ada tiga isu sensitif terkait konflik Palestina Israel, yakni batas negara, pengungsi Palestina, dan Yerusalem.





comments powered by Disqus