palestina

Israel 52 kali melarang azan di Masjid Nabi Ibrahim

Melalui pemungutan suara pada Oktober 2010, UNESCO menyatakan Masjid Nabi Ibrahim merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Palestina.

08 April 2018 22:24

Menteri Urusan Wakaf Palestina Yusuf Adis bilang selama bulan lalu Israel 52 kali merang azan berkumandang di Masjid Nabi Ibrahim di Kota hebron, Tepi Barat, Palestina.

Dia menambahkan Israel beralasan larang itu dikeluarkan untuk mengurangi suara berisik mengganggu permukiman kaum Yahudi di sekitar masjid. "Israel terus mengusik kaum muslim dan mencegah mereka salat di masjid mulia itu dengan memperketat pemeriksaan di pintu masuk dan melakukan penyisiran," katanya.

Karena itu, Yusuf menyerukan kepada kaum muslim di Hebron untuk menghabiskan banyak waktu buat beribadah di Masjid Nabi Ibrahim.

Melalui pemungutan suara pada Oktober 2010, UNESCO menyatakan Masjid Nabi Ibrahim merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Palestina. Keputusan ini keluar delapan bulan setelah Israel mengumumkan Masjid Nabi Ibrahim sebagai warisan sejarah milik negara Zionis itu.

Menurut tradisi Yahudi, di Masjid itulah terdapat makam Nabi Ibrahim dan Sarah, Ishaq dan Rebekah, serta Yakub dan Leah.

Sedangkan sumber-sumber Islam menyebutkan Masjid Ibrahim adalah lokasi Nabi Ibrahim membangun rumah. Juga di sana ada kubur Nabi Yusuf.  

Jenazah Dr Fadi Muhammad al-Batasy diterima Hamas dengan upacara kemiliteran di perbatasan Rafah, Jalur Gaza, 26 April 2018. Korban diyakini dibunuh oleh Mossad di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Albalad.co/Istimewa)

Jenazah anggota Hamas dibunuh Mossad di Malaysia tiba di Gaza

Jenazah Fadi al-Batasy mungkin dimakamkan besok sehabis salat Jumat.

Korban dalam protes anti-Israel di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel sejak 30 Maret 2018. (UNOCHA)

40 orang tewas dalam protes anti-Israel di Gaza

Termasuk dua pewarta foto, Yasir Murtaja dan Ahmad Abu Husain, meninggal kemarin.

Kepolisian Malaysia pada 25 April 2018 merilis foto dua tersangka pembunuh anggota Hamas, Dr Fadi Muhammad al-Batasy. Dia ditembak mati di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Malaysian police)

Polisi Malaysia rilis foto dua tersangka pembunuh anggota Hamas

Hamas dan keluarga korban menuding Mossad mendalangi pembunuhan Fadi al-Batasy.

Dr Fadi Muhammad al-Batasy, anggota Hamas diduga dibunuh Mossad di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Screengrab)

Malaysia curigai intel asing terlibat pembunuhan anggota Hamas di Kuala Lumpur

Lieberman menilai Batasy korban perselisihan internal Hamas.





comments powered by Disqus