palestina

40 orang tewas dalam protes anti-Israel di Gaza

Termasuk dua pewarta foto, Yasir Murtaja dan Ahmad Abu Husain, meninggal kemarin.

26 April 2018 09:40

Protes besar-besaran saban Jumat dilakukan ribuan warga Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel telah menewaskan 40 orang dan melukai 5.511 lainnya. 

UNOCHA (Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikayan Bangsa-Bangsa) melansir data itu Selasa lalu. Seluruh korban meninggal dan cedera adalah orang Palestina. Korban terbunuh, termasuk dua pewarta foto, Yasir Murtaja dan Ahmad Abu Husain, meninggal kemarin. 

Dari total korban luka, sebanyak 2.596 dirawat di rumah sakit pemerintah, 796 di rumah sakit swasta, dan sisanya ditangani di lokasi unjuk rasa. 

Dari 2.596 korban dirawat di rumah sakit, sebanyak 1.499 menderita luka akibat tembakan peluru tajam dan 408 lainnya sesak akibat serangan gas. 

Demonstrasi besar-besaran ini digelar sejak 30 Maret untuk memperingati Hari Tanah Palestina. Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bilang unjuk rasa bakal berlanjut selama Ramadhan. 

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR