palestina

Jenazah anggota Hamas dibunuh Mossad di Malaysia tiba di Gaza

Jenazah Fadi al-Batasy mungkin dimakamkan besok sehabis salat Jumat.

26 April 2018 20:23

Serang anggota Hamas di Malaysia bilang jenazah anggota Hamas dibunuh Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) di Malaysia hari ini tiba di Jalur Gaza.

"Jenazahnya (Dr Fadi Muhammad al-Batasy) sudah tiba di Gaza hari ini," katanya saat menghubungi Albalad.co hari ini. "Mayatnya diterima pemerintah Hamas di perbatasan Rafah melalui upacara resmi secara kemiliteran."

Dalam rekaman video diterima Albalad.co, pasukan keamanan Hamas bersenjata lengkap menerima jenazah tersebut.

Sumber menolak ditulis identitasnya itu menambahkan istri dan dua anak Fadi al-Batasy ikut menemani. Dia memperkirakan mayatnya bakal dikubur besok sehabis salat Jumat. "Istri dan kedua anaknya anak akan tinggal di Gaza dan tidak kembali ke Malaysia," ujarnya.

Anggota Hamas ini sangat yakin Mossad mendalangi pembunuhan Fadi al-Batasy.

Ahli teknik elektrik itu ditembak Sabtu pekan lalu dalam perjalanan menuju masjid dekat rumahnya di kawasan Gombak, Kuala Lumpur, untuk salat subuh berjamaah. Dia tewas di tempat dengan 14 luka tembak di tubuh dan kepalanya.

Polisi Malaysia telah merilis foto dua tersangka pembunuh korban, saat melaksanakan aksinya menggunakan sepeda motor Kawasaki.    

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.





comments powered by Disqus