palestina

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

28 April 2018 06:36

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin bilang dia bakal menghadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem pada 14 Mei mendatang. 

"Presiden-presiden Amerika sebelumnya telah menjanjikan (pemindahan kedutaan ke Yerusalem) dalam kampanye mereka, tapi tidak yang berani mewujudkan," kata Trump dalam jumpa pers bareng Kanselir Jerman Angela Merkel usai pertemuan di Gedung Putih. "Saya akan datang menghadiri (peresmian itu)."

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel. Guatemala menyatakan akan mengikuti jejak Amerika dua hari kemudian atau pada 16 Mei. 

Amerika tidak membangun gedung baru untuk kedutaannya di Yerusalem tapi mengubah kantor konsulatnya menjadi kedutaan. 

Trump mendeklarasikan pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan  rencana memindahkan dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada 6 Desember tahun lalu.

Pengumuman Trump ini memicu kemarahan warga muslim global dan rakyat Palestina. 

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR