palestina

Anak Raja Salman: Isu Palestina bukan prioritas utama bagi Arab Saudi

"Ada yang lebih mendesak dan sangat penting untuk ditangani, seperti isu Iran."

01 Mei 2018 13:30

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kembali melontarkan komentar menghebohkan soal konflik Palestina-Israel. 

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Yahudi pro-Israel pada 27 Maret lalu di Kota New York, di sela lawatan resminya ke Amerika Serikat, anak Raja Salman itu bilang isu Palestina bukan lagi prioritas utama bagi Arab Saudi. 

"Masalah Palestina bukan agenda utama pemerintah Saudi," kata Pangeran Muhammad bin Salman di hadapan para pemimpin Yahudi Amerika, seperti dilansir stasiun televisi Channel 10 Ahad malam lalu dengan mengutip sejumlah sumber. "Ada yang lebih mendesak dan sangat penting untuk ditangani, seperti isu Iran."

Pertemuan di New York itu juga dihadiri para pemimpin organisasi Yahudi sayap kanan, termasuk AIPAC (Komite Urusan Publik Amerika-Israel) dan ADL (Liga Antipenistaan).

Saat diwawancarai the Atlantic bulan lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menekankan negara Israel berhak berdiri seperti negara lain. Pernyataan ini menghebohkan dan Raja Salman bin Abdul Aziz besoknya langsung membikin koreksi: Arab Saudi masih memberi perhatian serius atas isu Palestina. 

Kepada para tokoh Yahudi, Pangeran Muhammad bin Salman meminta kepada para pemimpin Palestina untuk segera menerima proposal damai bikinan Presiden Amerika Donald Trump. "Kalau menolak, mereka lebih baik tutup mulut dan berhenti mengeluh," ujarnya. 

 

 

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR