palestina

Dua pembunuh anggota Hamas di Malaysia pakai paspor Serbia dan Montenegro

Polisi telah menemukan mobil dan senjata digunakan kedua pelaku.

05 Mei 2018 22:52

Kepala Kepolisian Nasional Malaysia Muhammad Fauzi Harun mengungkapkan dua pembunuh anggota Hamas Fadi Muhammad al-Batasy di negara jiran itu menggunakan paspor Serbia dan Montenegro.

Dalam jumpa pers hari ini di Ibu Kota Kuala Lumpur, Muhammad Fauzi bilang kedua paspor itu digunakan kedua tersangka untuk masuk ke Malaysia. Mereka juga masih memiliki paspor lain.

Dia menambahkan polisi juga telah menemukan mobil digunakan pelaku untuk kabur dan senjata mereka pakai. Pemilik dari mobil itu juga sudah diketahui.

Fadi tewas akibat 14 luka tembak saat dalam perjalanan untuk salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya bulan lalu. Ketika melakukanaksinya, mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Kawasaki. Jenazah ayah dua anak ini sudah dimakamkan di kampung halamannya di Jalur Gaza.

Hamas mengakui Fadi, 35 tahun, merupakan anggota dari milisi itu. Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah dan keluarga meyakini Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) mendalangi pembunuhan Fadi.

Surat kabar the New York Times bulan lalu melaporkan Fadi dibunuh sebagai bagian dari operasi Mossad untuk melenyapkan tengah belajar di luar negeri soal persenjataan untuk menghadapi penjajah Israel.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.





comments powered by Disqus