palestina

Ulama se-Indonesia tolak pemindahan Kedutaan Amerika ke Yerusalem

Sekitar sejuta umat Islam menghadiri demonstrasi mendukung Palestina.

11 Mei 2018 14:25

Ijtima ulama se-Indonesia telah memutuskan menolak rencana Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Amerika bakal meresmikan kedutaannya di Yerusalem Senin pekan depan, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel. Presiden Amerika Donald Trump telah mendeklarasikan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel sekaligus rencana pemindahan kedutaan ke Yerusalem pada awal Desember tahun lalu.

Dalam demonstrasi mendukung Palestina hari ini, penasihat panitia Aksi Islam Bela Al-Aqsa Zaitun Rusmin membacakan lima resolusi ulama Indonesia dihasilkan dalam konferensi ijtima ulama Indonesia berlangsung di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Poin pertama dalam resolusi itu adalah ulama Indonesia menolak rencana pemindahan Kedutaan Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem.

Ulama Indonesia menolak segala upaya untuk merundingkan status Yerusalem dan membina hubungan dengan Israel.

Poin ketiga adalah merupakan kewajiban syariat bagi kaum muslim untuk menolak keputusan Presiden Amerika Donald Trump, telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota suci bagi tiga agama itu.

"Keempat, mengajak dan mengimbau umat Islam untuk membantu rakyat Palestina dan khususnya penduduk Yerusalem terus menjaga tanah suci itu dan Masjid Al-Aqsa dari kebiadaban Israel," kata Zaitun Rusmin, juga menjabat wakil ketua Majelis Ulama Indonesia.

Resolusi kelima, lanjut dia, mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan internasional untuk menentang segala bentuk penjajahan dan kebiadaban yang terjadi terhadap bangsa Palestina, etnis Rohingya, dan di mana saja karena tidak sesuai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Demonstrasi besar-besaran berpusatĀ  di lapangan Monumen Nasional ini diselenggarakan oleh MUI dan seluruh ormas Islam di Indonesia. Diperkirakan sekitar sejuta umat Islam menghadiri unjuk rasa ini.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Senyum Ivanka air mata Gaza

Secara keseluruhan, sejak protes berlangsung delapan pekan lalu, sudah 109 orang terbunuh dan sembilan ribu lainnya cedera.

Laila al-Ghandur, bayi delapan bulan meninggal akibat tembakan gas air mata tentara Israel dalam demonstrasi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Twitter)

Bayi delapan bulan di Gaza meninggal kena tembakan gas air mata Israel

Total korban tewas akibat protes kemarin adalah 60 orang.

Infografis soal demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Kementerian Kesehatan Palestina)

58 warga Gaza tewas dalam protes menolak pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Secara keseluruhan sejak demonstrasi digelar delapan pekan lalu, total korban tewas sedikitnya 104 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Demonstrasi menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem berlangsung di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Abdillah Onim buat Albalad.co)

Kedutaan Amerika diresmikan, Trump ciptakan sejarah di Yerusalem

"Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," kata Trump.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR