palestina

Senyum Dea buat Palestina

"Ini kali ketiga Dea mengikuti demonstrasi setelah Aksi Bela Islam 212 dan Reuni Alumni 212," kata Agustin, sang ibu.

11 Mei 2018 14:48

Dia menggemaskan. Berwajah bulat dengan kedua pipi berisi. Bocah perempuan ini hadir bareng ibunya hari ini di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, dalam Aksi Islam Bela Al-Aqsa.

Bukan saja lantaran rupanya membetot perhatian, pengunjuk rasa lainnya kepincut untuk mengabadikan sosok mungil ini lantaran dandanannya: berabaya dan berjilbab serba hitam dengan ikat kepala bertulisan Save Palestine. Dia juga membawa boneka berikat kepala hitam bertulisan kalimat tauhid dan bendera Palestina berukuran kecil.

"Ini kali ketiga Dea mengikuti demonstrasi setelah Aksi Bela Islam 212 dan Reuni Alumni 212," kata Agustin, sang ibu, dengan dandanan abaya dan jilbab serta jilbab serba hitam, kepada Albalad.co..

Agustin bercerita dirinya dan Dea datang bareng rombongan dari tempat tinggalnya di Bekasi Utara Jawa Barat. "Kami tiba di Masjid Istiqlal jam tiga dini hari," ujarnya.

Tentu saja Dea baru berumur dua tahun tidak mengerti acara apa tengah dia hadiri sejak subuh hingga sehabis salat Jumat itu. Dia hanya tersenyum dan menuruti perintah saat disuruh berpose oleh orang-orang ingin mengabadikan dirinya.  

Boleh jadi Agustin ingin mengajarkan kepada anak perempuannya itu: membela Palestina dan Masjid Al-Aqsa adalah salah satu kewajiban umat Islam.

Meski belum paham, Dea tidak menangis kepanasan atau merengek kegerahan. Dia terus tersenyum buat Palestina.      

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Senyum Ivanka air mata Gaza

Secara keseluruhan, sejak protes berlangsung delapan pekan lalu, sudah 109 orang terbunuh dan sembilan ribu lainnya cedera.

Laila al-Ghandur, bayi delapan bulan meninggal akibat tembakan gas air mata tentara Israel dalam demonstrasi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Twitter)

Bayi delapan bulan di Gaza meninggal kena tembakan gas air mata Israel

Total korban tewas akibat protes kemarin adalah 60 orang.

Infografis soal demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Kementerian Kesehatan Palestina)

58 warga Gaza tewas dalam protes menolak pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Secara keseluruhan sejak demonstrasi digelar delapan pekan lalu, total korban tewas sedikitnya 104 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Demonstrasi menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem berlangsung di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Abdillah Onim buat Albalad.co)

Kedutaan Amerika diresmikan, Trump ciptakan sejarah di Yerusalem

"Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," kata Trump.





comments powered by Disqus