palestina

Kedutaan Amerika diresmikan, Trump ciptakan sejarah di Yerusalem

"Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," kata Trump.

15 Mei 2018 05:30

Sejarah kemarin tercipta di Yerusalem setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat diresmikan di kota suci bagi tiga agama - Islam, Yahudi, dan Nasrani - itu. Dan Presiden Amerika Donald Trump adalah pembikin sejarah itu.

Dalam sambutannya di acara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bilang pembukaan Kedutaan Amerika merupakan sebuah sejarah. "Trump, dengan mengakui sejarah, Anda telah membuat sejarah," katanya.

Netanyahu mengklaim perdamaian antaran Palestina dan Israel cuma bisa diwujudkan berdasarkan kebenaran. "Kebenaran itu adalah Yerusalem selalu dan bakal selalu menjadi ibu kota bangsa Yahudi, negara Yahudi," ujarnya.

Netanyahu dan istri, Sara, hadir bersama sekitar 800 tamu dalam pembukaan Kedutaan Amerika itu. Keduanya duduk di samping penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan istri, Ivankan Trump.

Dalam pidatonya disiarkan melalui satelit, Trump menyebut rencana pemindahan kedutaan butuh waktu lama untuk terwujud. "Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," tuturnya.

Trump mendeklarasikan pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan rencana pemindahan kedutaan dari Ibu Kota Tel Avivke Yerusalem pada awal Desember tahun lalu.

Trump memang telah membikin sejarah, tapi itu dibuat lewat darah, air mata, dan penderitaan rakyat Palestina.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Senyum Ivanka air mata Gaza

Secara keseluruhan, sejak protes berlangsung delapan pekan lalu, sudah 109 orang terbunuh dan sembilan ribu lainnya cedera.

Laila al-Ghandur, bayi delapan bulan meninggal akibat tembakan gas air mata tentara Israel dalam demonstrasi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Twitter)

Bayi delapan bulan di Gaza meninggal kena tembakan gas air mata Israel

Total korban tewas akibat protes kemarin adalah 60 orang.

Infografis soal demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Kementerian Kesehatan Palestina)

58 warga Gaza tewas dalam protes menolak pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Secara keseluruhan sejak demonstrasi digelar delapan pekan lalu, total korban tewas sedikitnya 104 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Butuh 13 presiden bagi Amerika buat akui Yerusalem ibu kota Israel

Walau bertolak belakang dengan pendapat Menteri Luar Negeri Amerika George Marshall, Presiden Harry Truman tetap memberi pengakuan atas Israel sebelas menit setelah dideklarasikan oleh David Ben Gurion





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

UEA beli tanah dan properti dekat Al-Aqsa untuk dijual lagi ke warga Israel

Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menekankan Palestina bukan lagi agenda utama Arab Saudi, tapi isu Iran menjadi prioritas buat mereka.

24 Mei 2018

TERSOHOR