palestina

Bayi delapan bulan di Gaza meninggal kena tembakan gas air mata Israel

Total korban tewas akibat protes kemarin adalah 60 orang.

15 Mei 2018 16:12

Bayi bernama Laila al-Ghandur, meninggal lantaran sesak napas akibat terkena tembakan gas air mata dari tentara Israel saat unjuk rasa besar-besaran di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel kemarin.

Kementerian Kesehatan di Gaza hari ini bilang bayi perempuan berumur delapan bulan itu mengembuskan napas terakhir saat bersama orang tuanya berdemonstrasi di timur Kota Gaza buat menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Namun tidak ada penjelasan seberapa dekat Laila saat pasukan Israel beberapa kali menembakkan gas air mata ke arah ribuan demonstran Palestina bertindak rusuh.

Hingga kabar ini dilansir, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, 60 orang meninggal dalam protes besar-besaran kemarin. Secara keseluruhan, sejauk unjuk rasa meletup delapan pekan lalu, sudah 106 orang wafat dan sembilan ribu lainnya cedera.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Senyum Ivanka air mata Gaza

Secara keseluruhan, sejak protes berlangsung delapan pekan lalu, sudah 109 orang terbunuh dan sembilan ribu lainnya cedera.

Infografis soal demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Kementerian Kesehatan Palestina)

58 warga Gaza tewas dalam protes menolak pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Secara keseluruhan sejak demonstrasi digelar delapan pekan lalu, total korban tewas sedikitnya 104 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Demonstrasi menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem berlangsung di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Abdillah Onim buat Albalad.co)

Kedutaan Amerika diresmikan, Trump ciptakan sejarah di Yerusalem

"Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," kata Trump.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Butuh 13 presiden bagi Amerika buat akui Yerusalem ibu kota Israel

Walau bertolak belakang dengan pendapat Menteri Luar Negeri Amerika George Marshall, Presiden Harry Truman tetap memberi pengakuan atas Israel sebelas menit setelah dideklarasikan oleh David Ben Gurion





comments powered by Disqus