palestina

UEA beli tanah dan properti dekat Al-Aqsa untuk dijual lagi ke warga Israel

Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menekankan Palestina bukan lagi agenda utama Arab Saudi, tapi isu Iran menjadi prioritas buat mereka.

24 Mei 2018 09:16

Rakyat Palestina, terutama tinggal di Yerusalem, sebenarnya membutuhkan banyak dana buat mempertahankan kota suci sekaligus Masjid Al-Aqsa. Namun mereka mulai menyadari adanya pengkhianatan dilakukan sejumlah negara Arab berpenduduk mayoritas muslim.

Setelah berhasil mengungkapkan kebusukan Arab Saudi, kali ini giliran persekongkolan dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menggolkan tujuan Israel menguasai sekaligus menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Israel.

Kepada Khaleej Online, Wakil Ketua Gerakan Islam Syekh Kamal al-Khatib mengungkapkan fakta menyakitkan itu. Dia bilang UEA membeli rumah-rumah dan tanah berlokasi dekat dengan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, kemudian dijual lagi kepada warga Israel melalui calo dan perusahaan-perusahaan Israel serta Amerika berada di kota itu.

Syekh Kamal mengatakan setelah ketahuan dan memicu kemarahan warga Palestina di Yerusalem serta sekitar Al-Aqsa, UEA berusaha membungkam dengan memberikan bantuan fulus dan makanan buat berbuka puasa selama Ramadan tahun ini. "Namun tanggapan diterima dari penduduk Palestina di Yerusalem tidak mereka duga. Mereka semua menolak bantuan itu," katanya.

Akhirnya muncul kampanye melalui Twitter menolak seluruh bantuan dana dan makanan berbuka puasa dari UEA diorganisir oleh organisasi bernama Al-Qudsi. "Penduduk di seluruh yerusalem mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan UEA dengan menawarkan mereka bantuan dana dan makanan selama Ramadan," ujar Kalid Abu Laban, salah satu penggagas kampanye tolak bantuan UEA.

Arab Saudi juga mulai meninggalkan isu Palestina. Dalam pertemuan dengan para pemimpin organisasi Yahudi pro-Israel di New York, Amerika Serikat, 27 Maret lalu, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menekankan Palestina bukan lagi agenda utama Arab Saudi, tapi isu Iran menjadi prioritas buat mereka.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Israel larang bocah Palestina ke Al-Aqsa karena ludahi wartawan Arab Saudi

Nabulsi dan tiga warga Palestina itu dilarang memasuki Al-Aqsa selama 15 hari dan sanksi ini dapat diperpanjang.

Muhammad Saud, wartawan Arab Saudi berkunjung ke Israel. (Twitter)

Warga Palestina usir jurnalis Arab Saudi berziarah ke Masjid Al-Aqsa

Muhammad Saud diludahi, dilempari kursi dan batu.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus