palestina

Warga Palestina di Yerusalem berbuka puasa di Al-Aqsa dengan makanan donasi dari Indonesia

Situasi ini berbeda ketika warga Palestina di Yerusalem menolak makanan berbuka puasa sumbangan dari Uni Emirat Arab.

27 Mei 2018 11:32

Merupakan suatu perjuangan dan butuh cara tersendiri untuk memasukkan makanan berbuka puasa ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, aparat keamanan Israel pada Ramadan tahun ini melarang keras berbagai bentuk bantuan dari Indonesia masuk ke Kota Yerusalem, khususnya kompleks Masjid Al-Aqsa. Diduga hal ini terkait komitmen kuat Indonesia dalam membela Palestina dan sikap keras Indonesia menanggapi pendudukan ilegal Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Melalui seorang aktivis perempuan, warga Palestina dari Kota Tua Yerusalem, sekaligus alumnus program pengembangan kapasitas dibuat oleh Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, Jumat lalu berhasil mengadakan acara berbuka puasa bersama di kompleks Masjid Al-Aqsa, seperti dilansir siaran pers KBRI Amman diterima Albalad.co kemarin.

Setelah membuka dapur umum untuk memasak makanan berbuka puasa sumbangan dari masyarakat Indonesia melalui KBRI Amman, dengan cara mengelabui aparat keamanan Israel akhirnya makanan bisa dibawa masuk ke dalam kompleks Al-Aqsa buat dibagikan kepada ratusan masyarakat muslim akan berbuka puasa di halaman masjid. Sebagian dari makanan lainnya didistribusikan kepada masyarakat muslim tinggal di Kota Tua Yerusalem.

Situasi ini berbeda ketika warga Palestina di Yerusalem menolak makanan berbuka puasa sumbangan dari Uni Emirat Arab (UEA). Kampanye penolakan itu dilakukan melalui Twitter dengan tanda pagar #kami tidak lapar. Mereka beralasan seperti Arab Saudi, UEA telah berkhianat karena menjual tanah dan properti milik warga Palestina kepada Israel.

"Tidak ada standar aturan baku bagi aparat keamanan Israel untuk melarang bantuan dari Indonesia. Hanya tergantung suasana hati aparat Israel bertugas saja," kata aktivis menolak ditulis namanya ini dengan alasan keamanan. "Ada juga aparat keamanan mempermasalahkan logo KBRI Amman dan tulisan Embassy of Indonesia."

Kamis lalu, aparat keamanan Israel menghadang truk membawa makanan berbuka puasa sumbangan dari masyarakat Indonesia, dikelola oleh Nusantara Palestina Center (NPC) di Gaza, namun akhirnya berhasil masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan cara sama.

"Dari Indonesia untuk Palestina," ujar Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, saat melontarkan ide donasi berbuka puasa di Masjid Al-Aqsa Senin pekan lalu. "Semoga sumbangan kecil dari masyarakat Indonesia ini dapat menjadi oase bagi ratusan warga Palestina berbuka puasa di Masjid Al-Aqsa."

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Australia akui Yerusalem Barat ibu kota Israel

Namun Australia menunda pemindahan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Australia besok akui Yerusalem ibu kota Israel

Belum diketahui apakah pengakuan itu atas seluruh Yerusalem atau hanya Yerusalem Barat saja sebagai ibu kota Israel.





comments powered by Disqus