palestina

Pemuda Palestina panjat tembok pemisah demi salat Jumat di Al-Aqsa

Israel sudah membangun tembok pemisah di Tepi Barat sejak 2002.

03 Juni 2018 22:56

Lusinan pemuda Palestina di Tepi Barat nekat memanjat tembok pemisah untuk bisa salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, berlokasi di Kota Tua, Yerusalem Timur.

Hal ini dilakukan setelah aparat keamanan Israel kian memperketat pengamanan antara Tepi Barat dan Yerusalem. Negara Zionis itu juga melarang semua kaum lelaki Palestina berumur di bawah 40 tahun salat Jumat di Al-Aqsa.

Meski bakal menghadapi keberingasan polisi dan tentara Israel, para pemuda Palestina ini kerap nekat melalui pos pemeriksaan atau tembok pemisah untuk mencapai masjid tersuci ketiga bagi umat Islam - setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah - itu.

Israel sudah membangun tembok pemisah di Tepi Barat sejak 2002. Dinding apartheid ini direncanakan memiliki panjang lebih dari 750 kilometer. Israel beralasan proyek ini untuk mencegah warga Palestina menyerang tentara atau orang Israel.

Iyad Kamil, 36 tahun, termasuk yang dilarang memasuki Yerusalem Jumat lalu. "Tapi kami tidak akan pernah menyerah. Kami bakal terus berusaha untuk bisa salat di Al-Aqsa," kata pria dari Kota Qalandiya ini.

Jumat kemarin, salah satu tentara Israel di pos pemeriksaan Qalandiya tengah beradu pendapat dengan sejumlah pemuda Palestina. 

Seorang pemuda berumur 20 tahun berteriak ke serdadu Israel itu. "Ada cara lain untuk sampai ke Yerusalem dengan memanjat tembok pemisah."

Meski cara itu berisiko dipukuli pasukan Israel.

Iftar di Al-Aqsa

Ratusan warga Palestina berbuka puasa di Masjid Al-Aqsa Jumat lalu, dengan makanan donasi dari masyarakat Indonesia

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Warga Palestina di Yerusalem berbuka puasa di Al-Aqsa dengan makanan donasi dari Indonesia

Situasi ini berbeda ketika warga Palestina di Yerusalem menolak makanan berbuka puasa sumbangan dari Uni Emirat Arab.

Suasana berbuka puasa di Yerusalem, Palestina, 23 Mei 2018. (Albalad.co)

UEA beli tanah dan properti dekat Al-Aqsa untuk dijual lagi ke warga Israel

Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menekankan Palestina bukan lagi agenda utama Arab Saudi, tapi isu Iran menjadi prioritas buat mereka.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump usulkan ibu kota Palestina di Abu Dis

Gagasan Abu Dis sebagai ibu kota Palestina diajukan lantaran Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dato Tahir sumbang Rp 20 miliar buat pengungsi Palestina

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.

16 Oktober 2018

TERSOHOR