palestina

Indonesia tawarkan pendidikan pilot gratis bagi anak muda Palestina

Pelatihan pilot bagi anak muda Palestina hingga memperoleh izin terbang memakan waktu 24-30 bulan. Total beasiswa pendidikan untuk tiap orang itu sebesar US$ 150 ribu.

02 Juli 2018 19:08

Indonesia segera mengimplementasikan komitmen telah disampaikan pada pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota CEAPAD III (Conference among East Asian Countries for Palestinian) di Bangkok 26-27 Juni 2018 lalu.

Pertemuan ini menghasilkan pernyataan bersama pada pokoknya berisi keprihatinan mendalam atas perkembangan di Palestina dan komitmen untuk memperkuat koordinasi antar negara anggota guna meningkatkan efektifitas bantuan pembangunan kepada Palestina.

Dalam pertemuan tiga tahunan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan komitmen Indonesia dalam Rencana Kegiatan Tiga Tahun CEAPAD 2019-2021 untuk membantu Palestina sebesar US$ 2 juta dalam bentuk program pembangunan kapasitas, antara lain di bidang pengairan, pertanian, pembangunan ekonomi, ICT, pelatihan interpol, dan pemberian beasiswa untuk berbagai tingkat pendidikan di perguruan tinggi, termasuk beasiswa untuk menjadi penerbang (pilot komersial), seperti dilansir dalam siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, diterima Alabalad.co hari ini.

Menyambut komitmen Indonesia itu, Septo Adjie Sudiro, pendiri sekaligus CEO Perkasa Flight School tergerak untuk ikut membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina selama ini tertindas oleh penjajahan Israel.

"Harapan saya program pelatihan pilot ini dapat berjalan sesegera mungkin dan anak muda Palestina mempunyai bakat dan keinginan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar mereka dapat berkarir sebagai pilot komersial dan akhirnya bisa membantu ekonomi keluarganya," katanya. "Mudah-mudahan dukungan kecil ini bisa meringankan sebagian penderitaan mereka."

Untuk gelombang pertama, pembukaan lamaran sampai 31 Juli 2018, Perkasa Flight School akan menyediakan sepuluh beasiswa penuh kepada generasi muda Palestina untuk dilatih menjadi pilot. Proses seleksi akan dilakukan bekerjasama dengan KBRI Amman.

Informasi lowongan sudah disebarkan kepada masyarakat Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan warga Palestina di pengungsian. Mereka akan dididik mulai dari tingkat dasar sampai menjadi pilot komersial siap bekerja. Septo menambahkan setelah lulus, mereka akan disalurkan untuk bekerja pada maskapai penerbangan di Indonesia atau maskapai internasional.
 
Menurut Septo, pelatihan pilot bagi anak muda Palestina hingga memperoleh izin terbang memakan waktu 24-30 bulan. Total beasiswa pendidikan untuk tiap orang itu sebesar US$ 150 ribu.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto menyambut baik itikad dan semangat masyarakat Indonesia untuk membantu warga Palestina. "Kami sangat menghargai adanya inisiatif perorangan atau institusi ingin ikut bergabung bersama pemerintah memberikan bantuan konkret kepada rakyat Palestina," ujarnya.

Dia menekankan Indonesia akan terus berada di garda depan dalam mendukung Palestina. Tidak hanya di dunia internasional senantiasa mendukung perjuangan Palestina untuk memperoleh kemerdekaan, namun juga mendukung Palestina dalam banyak aspek pembangunan kapasitas sumber daya manusia.  

Sejak 2008, pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan pengembangan kapasitas kepada lebih dari 1.800 orang Palestina melalui 158 program kegiatan senilai lebih dari US$ 10 juta.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Asyrawi saat jumpa pers di Ramallah pada 24 Februari 2015. (Wafa)

Amerika tolak berikan visa bagi perunding senior Palestina

Hubungan buruk kedua negara mencapai puncaknya setelah Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

PBB defisit dana, satu juta warga Gaza terancam kelaparan dan 1.700 akan diamputasi kakinya

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)."





comments powered by Disqus