palestina

Mufti Yerusalem haramkan warga Palestina jual tanah ke orang Yahudi

Fatwa tersebut juga mewajibkan orang Palestina memboikot warga Palestina menjual tanah mereka kepada warga Israel.

11 Juli 2018 17:41

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain kemarin mengeluarkan fawat mengharamkan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza menjual tanah mereka ke orang Yahudi atau non-muslim lainnya.

"Siapa saja menjual tanahnya ke musuh atau menerima kompensasi atas tanahnya, berarti telah berbuat dosa," kata Husain dalam fatwanya.

Fatwa ini, menurut sumber-sumber Palestina, untuk menanggapi undang-undang baru disahkan Knesset (parlemen Israel) mengizinkan warga Yahudi membeli lahan di Area C dari Tepi Barat.

Beleid itu diajukan oleh anggota Knesset dari Partai Bayit Yehudi Bezalel Smotrich, bertujuan untuk mengubah sebuah undang-undang dikeluarkan pemerintah Yordania pada 1953 melarang orang Asing dan non-Arab membeli tanah di Tepi Barat.

Husain memperingatkan warga Palestina melanggar fatwanya termasuk kaum kafir dan ingkar terhadap Tuhan, Islam, dan tanah airnya.

Fatwa tersebut juga mewajibkan orang Palestina memboikot warga Palestina menjual tanah mereka kepada warga Israel. Boikot ini termasuk tidak berbisnis dengan orang itu, tidak menikahi mereka, tidak menghadiri pemakamanan mereka, atau tidak menguburkan mereka di kompleks pemakaman muslim.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman berencana buka kedutaan di Ramallah

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR