palestina

Indonesia akan galang dana buat UNRWA

UNRWA sekarang mengalami defisit US$ 217 juta.

03 September 2018 22:01

Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto menekankan pemerintah Indonesia bakal menggalang dana buat membantu United Nations Refugee Work and Relief Agency for Palestinian Refugees (UNRWA), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi Palestina.

Komitmen itu disampaikan Andy saat berkunjung kemarin ke kamp pengungsi Palestina di Ibu Kota Amman, Yordania, bareng Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl dan sejumlah duta besar asing lainnya. "Indonesia akan turut mendukung penggalangan dana untuk membantu operasional UNRWA, baik itu melalui dukungan domestik atau mendesak negara-negara internasional untuk memberikan perhatian lebih kepada UNRWA," kata Andy, dalam siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman dan diterima Albalad.co hari ini.

Selama tahun tahu ini, menurut Andy, bantuan Indonesia untuk UNRWA berasal dari pemerintah, swasta, perguruan tinggi, atau filantrofis mencapai US$ 1,365 juta. Saat ini sedang dijajaki rencana peluncuran kampanye #Martabat tidak ternilai, akan dilakukan oleh UNRWA bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) buat menggalang dukungan dari masyarakat Indonesia untuk membantu pengungsi Palestina.

Kunjungan ke sekolah telah dikelola UNRWA sejak 1955 itu menandakan komitmen UNRWA untuk tetap membuka operasional sekolah sesuai tahun ajaran baru di Yordania. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk keberlangsungan operasional sekolah meski kondisi sulit. Karena meningkatkan pendidikan anak-anak usia sekolah dari pengungsi Palestina adalah salah satu komitmen dasar dari lahirnya UNRWA," ujar Krähenbühl.

UNRWA merupakan badan PBB yang memiliki mandat untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar bagi pengungsi Palestina  dan dibentuk pada 1 Mei 1950. Lembaga ini memberikan layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial kepada pengungsi Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Suriah, dan Libanon.

Saat ini UNRWA mengelola 709 sekolah dengan 21.946 guru dan 515.260 murid Palestina. Khusus di Yordania, UNRWA mengelola 171 sekolah, tiga balai latihan kerja, dengan 121.368 murid tersebar di sepuluh kamp pengungsi.

Pembukaan tahun ajaran baru di sekolah UNRWA tahun ini memiliki makna mendalam, karena diselenggarakan di tengah krisis finansial sedang dihadapi UNRWA. Sejumlah donor utama UNRWA, termasuk Amerika Serikat, memutuskan untuk menghentikan bantuan finansial bagi operasionalisasi UNRWA sehingga mengancam keberlangsungan program pendidikan bagi anak pengungsi Palestina.

UNRWA sekarang mengalami defisit US$ 217 juta, sehingga mendesak untuk mencari dukungan sumber dana baru, tidak saja berasal dari negara donor namun juga dari kalangan korporasi dan perorangan. 

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman berencana buka kedutaan di Ramallah

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR