palestina

Paraguay kembalikan kedutaan ke Tel Aviv, Israel tutup kedutaan di Asuncion

Netanyahu langsung memerintahkan penutupan Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Asuncion, Paraguay. Duta Besar Israel Zeev Harel juga dipulangkan.

06 September 2018 09:12

Paraguay kemarin membikin keputusan membikin marah Israel tapi menyenangkan bagi Palestina. Negara Amerika Selatan ini akan memindahkan kembali kedutaan besarnya dari Yerusalem ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Paraguay meresmikan kedutannya di Yerusalem pada 21 Mei lalu, menyusul langkah serupa dilakukan oleh Amerika Serikat pada 14 Mei dan Guatemala pada 16 Mei.

Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Alberto Castiglioni menjelaskan Yerusalem merupakan salah satu isu paling rumit dalam konflik Palestina-Israel. Sehingga perlu diselesaikan melalui perundingan melibatkan pihak-pihak terkait dalam kerangka keputusan-keputusan organasi internasional relevan.

"Pemerintah memutuskan adalah langkah tepat untuk mengembalikan kedutaan besar ke lokasi sebelumnya (Tel Aviv)," kata Castiglioni kepada wartawan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu murka dengan pembatalan pemindahan Kedutaan Paraguay di Yerusalem itu. "Hal ini dapat merusak hubungan bilateral," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Netanyahu langsung memerintahkan penutupan Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Asuncion, Paraguay. Duta Besar Israel Zeev Harel juga dipulangkan.

Israel baru membuka lagi kedutaannya di Asuncion dua tahun lalu, setelah ditutup pada 2002 dengan alasan pemerintah kekurangan anggaran.

Castiglioni meminta Israel tidak terganggu dengan keputusan itu. Dia menekankan ada lebih dari 85 negara mempunyai kedutaan besar di Tel Aviv. "Jangan lupa, Paraguay ikut mendukung pembentukan negara Israel," tuturnya.

Saat pemungutan suara mengenai rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa membagi dua wilayah Palestina pada 1947, Paraguay termasuk dalam 33 negara mendukung. Sebanyak 13 negara menolak dan sepuluh lainnya abstain.  

Keputusan pemerintahan baru Paraguay dipimpin Presiden Mario Abdo Benitez untuk memindahkan lagi kedutaan ke Tel Aviv muncul setelah Kolombia mengakui negara Palestina. Paraguay sudah memberikan pengakuan pada 2011.

Kalau Paraguay sudah menutup kedutaannya di Yerusalem, maka hanya dua negara mempunyai kedutaan di kota suci bagi tiga agama itu, yakni Amerika dan Guatemala.

Sampai 2012, Kedutaan Paraguay berlokasi di Mevasseret Zion, pinggiran Yerusalem. Kemudian ditutup setelah israel menutup kedutaannya di Asuncion.

Pada Juli 2013, presiden terpilih Horacio Cartes mengumumkan Paraguay akan membuka kembali kedutaannya di Israel tapi tempatnya di Tel Aviv. Tiga tahun berselang, Israel membuka kedutaan di Asuncion.    

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman berencana buka kedutaan di Ramallah

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR