palestina

Arab Saudi larang 600 ribu warga Palestina berhaji dan berumrah

Kebijakan ini berlaku bagi warga Palestina pemegang paspor sementara Yordania.

30 September 2018 21:42

Arab Saudi telah melarang warga Palestina berpaspor sementara Yordania untuk mengajukan visa ke negara Kabah itu. Alhasil, mereka tidak dapat berhaji dan berumrah.

Sejumlah agen perjalanan di Palestina dan Yordania mengungkapkan kepada Middle East Eye, mereka telah diberitahu mulai awal bulan ini untuk tidak mengajukan visa bagi pemilik paspor sementara Yordania, meski tidak ada pengumuman resmi.

Kebijakan ini berpengaruh terhadap hampir 634 ribu warga Palestina tinggal di Yordania dan Yerusalem Timur.

Paspor sementara Yordania adalah dokumen sah berlaku selama lima tahun dan dikeluarkan bagi orang-orang Palestina tinggal di Yerusalem Timur oleh Departemen Status Sipil dan Paspor di Ibu Kota Amman.

Para pengungsi Palestina dari Jalur Gaza menetap di Yordania, diperkirakan berjumlah 150 ribu, juga memperoleh paspor semengtara Yordania. Penduduk Palestina di Tepi Barat diizinkan pula mengajukan permohonan buat mendapat paspor sementara Yordania.

Para pemegang paspor sementara ini tidak memiliki nomor induk penduduk sehingga tidak mempunyai hak-hak seperti warga negara Yordania umumnya.

Warga Palestina bermukim di Yerusalem Timur biasa memakai paspor sementara Yordania untuk bepergian ke negara lain, terutama negara-negara Arab tidak mengakui Israel atau dokumen perjalanan keluaran negara Zionis itu.

Kamal Abu Dhiab, Ketua Masyarakat Turisme dan Agen Perjalanan Yordania, bilang organisasinya sudah diberitahu lewat telepon oleh Konsulat Arab Saudi di Amman. "Saya dapat membenarkan mereka telah memberitahu kami untuk tidak mengajukan visa untuk paspor sementara Yordania," katanya. "Konsulat Saudi memberitahu kami baru-baru ini. Pesan mereka bukan tertulis tapi secara lisan."

Abu Khalid al-Jimzawi, pemilik agen perjalanan Al-Audah di Yerusalem Timur, mengatakan dia telah diberitahu soal larangan itu oleh Kementerian Wakaf dan Agama Palestina. "Kami sudah diberitahu kebijakan awal September. Mereka bakal menolak menerbitkan visa bagi pemegang paspor sementara Yordania," ujarnya.

Seorang pemilik agen perjalanan haji dan umrah bilang warga Palestina di Yerusalem Timur lebih baik mengajukan paspor terbitan Otoritas Palestina. Ongkos pembuatannya cuma US$ 65 dan bisa diperoleh sehari saja. Masa berlaku paspor ini hanya setahun.

Namun, dia menambahkan, mereka cemas kalau berpaspor keluaran Palestina, status hukum dan izin tinggal mereka di Yerusalem terancam dicabut oleh Israel.

Seorang perempuan melewati poster Syekh Ahmad Yasin (pendiri Hamas) dan Yasir Arafat (pendiri Fatah) di sebuah jalan di Kota Gaza. Kedua faksi ini masih berseteru. (www.haaretz.com)

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Australia besok akui Yerusalem ibu kota Israel

Belum diketahui apakah pengakuan itu atas seluruh Yerusalem atau hanya Yerusalem Barat saja sebagai ibu kota Israel.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Kepala Kepolisian Provinsi Hebron Kolonel Ahmad Abu ar-Rub membantu memperbaiki mobil pasukan Israel mogok di Hebron, 11 November 2018. (Twitter)

Bantu perbaiki mobil pasukan Israel mogok, pejabat polisi Palestina dipecat

Abu Rub membantu lantaran mobil itu menghalangi perjalanan konvoi pejabat Palestina.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

arafat dan syekh yasin

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

11 Desember 2018

TERSOHOR