palestina

Dato Tahir sumbang Rp 20 miliar buat pengungsi Palestina

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.

16 Oktober 2018 06:00

Konglomerat Indonesia, Dato Tahir, kemarin menyumbang Rp 20 miliar untuk pengungsi Palestina. Bantuan ini diserahkan melalui United Nations for Relief and Work Agency (UNRWA), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pengungsi Palestina.

Pendiri sekaligus Chairman Mayapada Group ini mennjadi filantropis Indonesia pertama memberikan donasi kepada UNRWA. Dia berharap sumbangan itu bisa mendukung kebijakan pemerintah Indonesia teguh untuk mendukung Palestina.

"Saya tidak terlibat dalam politik, tapi saya mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia. Saya berharap Anda (UNRWA) bisa menggunakan uang secara tepat dan menjaga pengungsi," kata Dato Tahir di gedung Mayapada, dalam pertemuan dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, Direktur Perencanaan UNRWA Abdi Aynte, dan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina di Jakarta Muammar Milhim.

Jumlah pengungsi Palestina ditangani oleh UNRWA sekitar lima juta orang. Dato Tahir menegaskan situasi para pengungsi di Timur Tengah adalah suatu tragedi kemanusiaan. Persoalan itu adalah masalah bersama terlepas dari agama apa pun.

Dato Tahir menambahkan isu Palestina saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh dunia, termasuk Amerika Serikat tadinya menjadi donatur rutin UNRWA.

"Saya tidak bisa membayangkan orang tinggal di tenda-tenda 10-15 tahun. Ini adalah bencana kemanusiaan," ujarnya. "Setiap orang sebagai anggota dunia ini, kita punya tanggung jawab."

Dato Tahir juga telah beberapa kali menyumbang bagi para pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon. Pada November 2016, UNHCR (Komisi Tinggi PBB Urusan pengungsi sudah menobatkan Tahir sebagai Eminent Advocate.

"Di Suriah, saya merasa seperti rumah sendiri. Saya adopsi anak. Jadi mereka minta beli rumah di Damaskus," tuturnya. "Dalam waktu dekat saya mau beli rumah di sana karena itu cucu (angkat)."

Dato Tahir mengangkat lima anak pengungsi Suriah menjadi cucu angkat.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina Muammar Milhim mengatakan Indonesia adalah saudara Palestina. "Semua solidaritas datang dari semua pihak di Indonesia, rakyat dan pemerintah."

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Merendah di hadapan pengungsi Suriah

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujarnya. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir sekeluarga dan Duta Besar Indonesia untuk Yordania serta Palestina Andy Rachmianto berpose bareng di depan kantor UNRWA di Ibu Kota Amman, 3 Oktober 2019. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir tengah bertanding futsal menghadapi anak-anak pengungsi Suriah. (Dokumentasi KBRI Amman)

Bersua Julia Roberts asal Hama

Almar dan ketiga saudara kandungnya juga tidak sungkan berdekatan dengan salah satu keluarga paling tajir di Indonesia itu.





comments powered by Disqus