palestina

Indonesia akan bangun rumah sakit di Hebron

Akan menempati lahan seluas empat ribu meter persegi merupakan wakaf dari 17 keluarga Palestina.

16 Oktober 2018 21:25

Indonesia melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membangun sebuah rumah sakit di Kota Hebron, Tepi Barat.

Rencana pembangunan rumah sakit itu juga dibahas dalam konsultasi bilateral antara Menteri Luar negeri Retno Marsudi dan menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, digelar hari ini di Jakarta.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi menjelaskan Rumah Sakit Indonesia bakal didirikan di Hebron itu merupakan rumah sakit untuk menangani korban trauma akibat kekejaman pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat.

"Rumah sakit itu akan dibangun di atas lahan seluas empat ribu meter persegi, merupakan wakaf dari 17 keluarga Palestina," kata Muhyiddin saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini. Dia menambahkan peletakan batu pertama bakal dilakoni setelah dana dibutuhkan untuk membangun rumah sakit itu sudah terkumpul, diperkirakan menelan anggaran sekitar US$ 4 juta.

Muhyiddin mengatakan MUI akan mengkoordinir pengumpulan dana dari beragam organisasi masyarakat Islam setelah mendapat lampu hijau dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia berharap dana diperlukan segera terkumpul sehingga peletakan batu pertama dan pembangunan Rumah sakit Indonesia di Hebron bisa cepat dilaksanakan.

Menurut dia, pembangunan rumah sakit itu akan dikerjakan oleh orang-orang Palestina. Namun sebelum prses itu dimulai, MUI akan mengirim sebuah tim untuk memastikan lokasi dan lahan dimaksud bukan merupakan tanah sengketa.

Dihubungi terpisah, Nico Adam, Pelaksana Fungsi Palestina di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, mengatakan proposal pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron disampaikan pemerintah Kota Hebron kepada KBRI Amman tahun ini. "Selain lahan, mereka juga sudah memiliki dana awal sebesar US$ 77o ribu," ujarnya.

Nico berharap pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron itu segera terlaksana. Sehingga nantinya akan ada dua Rumah Sakit Indonesia di Palestina, yakni di Jalur Gaza dan Hebron. 

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Honduras berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem bulan depan

Baru dua negara memindahkan kedutaan mereka dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, yakni Amerika Serikat dan Guatemala pada Mei tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Nauru akui Yerusalem ibu kota Israel

Rusia dan Australia mengakui hanya Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR