palestina

Tiru Dato Tahir, para taipan Indonesia diajak bantu pengungsi Palestina

Dato Tahir juga menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016.

17 Oktober 2018 09:05

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak para konglomerat Indonesia mengikuti jejak filantropis Dato Tahir untuk membantu para pengungsi Palestina.

Ajakan itu dia sampaikan saat menggelar jumpa pers bareng Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki kemarin di Jakarta, usai acara konsultasi bilateral Indonesia-Palestina.

Pada kesempatan itu, Retno menjelaskan Dato Tahir telah menyumbang dana US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 20 miliar untuk membantu para pengungsi Palestina melalui United Nations for Relief and Work Agency (UNRWA), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pengungsi Palestina.

"Saya yakin ini akan diikuti oleh para filantropis Indonesia lainnya," kata Retno.

Dato Tahir menyerahkan sumbangan itu kepada perwakilan UNRWA Senin lalu di gedung Mayapada Tower. Pendiri sekaligus Chairman Mayapada Group ini menjadi filantropis Indonesia pertama memberikan donasi kepada UNRWA.

Dia berharap sumbangan itu bisa mendukung kebijakan pemerintah Indonesia teguh untuk mendukung Palestina. "Saya tidak terlibat dalam politik, tapi saya mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia. Saya berharap Anda (UNRWA) bisa menggunakan uang secara tepat dan menjaga pengungsi," kata Dato Tahir di gedung Mayapada, dalam pertemuan dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, Direktur Perencanaan UNRWA Abdi Aynte, dan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina di Jakarta Muammar Milhim.

Dato Tahir menambahkan isu Palestina saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh dunia, termasuk Amerika Serikat tadinya menjadi donatur rutin UNRWA.

"Saya tidak bisa membayangkan orang tinggal di tenda-tenda 10-15 tahun. Ini adalah bencana kemanusiaan," ujarnya. "Setiap orang sebagai anggota dunia ini, kita punya tanggung jawab."

Dato Tahir juga telah beberapa kali menyumbang bagi para pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon. Pada November 2016, UNHCR (Komisi Tinggi PBB Urusan pengungsi sudah menobatkan Tahir sebagai Eminent Advocate.

Dato Tahir juga menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.

Hamzah Muhammad al-Qumshan, pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta. (Hamzah al-Qumshan buat Albalad.co)

Pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta

"Tapi saya ditolak oleh Indonesia, Malaysia, dan Yordania," kata Hamzah kepada Albalad.co hari ini.

Surat perjalanan laksana paspor dikeluarkan oleh Direktorat Keamanan Umum Libanon bagi para pengungsi Palestina tinggal di negara itu. (Screengrab)

Arab Saudi larang hampir tiga juta orang Palestina untuk berumrah dan berhaji

Larangan ini berlaku bagi orang Palestina hidup di Israel, Yordania, Libanon, dan Yerusalem Timur. Keputusan Saudi ini berdasarkan kesepakatan dengan Israel.

Dato Tahir berpose dengan Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, Direktur Perencanaan UNRWA Abdi Aynte, dan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina di Jakarta Muammar Milhim setelah penyerahan sumbangan sebesar Rp 20 miliar bagi pengungsi Palestina, 15 Oktober 2018. (Albalad.co)

Dato Tahir sumbang Rp 20 miliar buat pengungsi Palestina

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto berpose bareng anak-anak pengungsi Palestina saat mengunjungi sebuah sekolah dikelola oleh UNRWA di Ibu Kota Amman, Yordania, 2 September 2018. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Indonesia akan galang dana buat UNRWA

UNRWA sekarang mengalami defisit US$ 217 juta.





comments powered by Disqus