palestina

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

02 November 2018 05:34

Brasil berencana mengikuti jejak Amerika Serikat dan Guatemala, yakni memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro menulis mengenai rencananya itu di laman Facebooknya semalam. "Seperti sudah kami nyatakan dalam kampanye, kami akan memindahkan Kedutaan Besar Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem," katanya. "Israel adalah negara berdaulat dan kami harus menghrmati itu."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut rencana Brasil itu dengan sukacita. "Ini merupakan langkah bersejarah dan menarik," ujarnya melalui Twitter.

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Paraguay membuka kedutaannya pada 21 Mei lalu akhirnya membatalkan keputusannya. Asuncion mengembalikan kedutaannya ke Tel Aviv.

Status Yerusalem menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik Palestina-Israel. Palestina mendambakan negara beribu kota di Yerusalem Timur, sedangkan Israel menyatakan Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus