palestina

Bela Palestina, pelajar Yahudi berlutut saat lagu kebangsaan Israel dinyanyikan

Dua siswa itu mendapat sanksi mendidik dari sekolahnya.

18 November 2018 21:35

Dua pelajar Yahudi di Afrika Selatan bukannya berdiri saat lagu kebangsaan Israel, Hatikvah, dinyanyikan. Keduanya berlutut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina.

Mereka adalah siswa kelas IX di the United Herzlia Middle School di Cape Town, Afrika Selatan. Kedua pelajar tidak ditulis namanya itu berlutut memprotes pelanggaran hukum internasional terus dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Kedunya berlutut mengikuti tindakan serupa dilakoni bintang olahraga Amerika Serikat Colin Kaepernick pada 2016, ketika lagi kebangsaan dinyanyikan sebelum laga dimainkan. Dia berlutut untuk memprotes serangkaian tindakan brutal dibuat oleh polisi terhadap orang-orang kulit hitam di negara adikuasa itu, namun tindakannya dicap tidak patriotik.

"Tindakan berlutut tidak tepat itu menunjukkan kesengajaan untuk tidak menghormati aturan sekolah," kata Geoff Cohen, direktur pendidikan the United Herzlia Middle School, dalam suratnya kepada kedua orang tua siswa itu.

Cohen bilang kepada the Jerusalem Post, kedua pelajar itu berlutut untuk memprotes perlakuan biadab Israel atas orang-orang Palestina. Tapi dia meyakinkan keduanya sejatinya adalah pendukung gerakan Zionis.

Meski begitu, Cohen mengakui sekolahnya memberikan kebebasan bagi seluruh murid untuk berekspresi. Dia menekankan kedua siswa itu bakal mendapat sanksi bersifat mendidik.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Memahami Nakbah

Nakbah telah menewaskan sekitar 15 ribu orang Palestina, membumihanguskan 418 desa dan kota Palestina, serta mengusir 800 ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.





comments powered by Disqus