palestina

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

07 Desember 2018 21:40

Amerika Serikat gagal meloloskan rancangan resolusi buatannya untuk mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, kemarin waktu New York.

Sebab kurang dari dua pertiga suara mendukung dibutuhkan untuk mengesahkan draf resolusi itu. Dalam pemungutan suara, sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Seluruh negara Arab menentang rancangan resolusi pro-Israel itu. Bahkan negara-negara Arab sekarang ini bermesraan dengan Israel - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman - ikutan menolak.

Rancangan resolusi itu antara lain berisi mengecam Hamas terus menembakkan roket ke Israel dan menghasut warga sipil untuk melakukan kekerasan, meminta Hamas dan milisi lainnya untuk menghentikan kegiatan provokatif dan kekerasan, serta mengecam penggunaan sumber daya oleh Hamas buat membangun infrastruktur militer, termasuk terowongan untuk menyusup ke Israel dan perlatan untuk meluncurkan roket dari permukiman penduduk.

Meski begitu, Perdana Menteri Israel memuji usaha Amerika dalam mengajukan proposal resolusi mengecam Hamas itu. "Walau tidak mencapai mayoritas dua pertiga, ini kali pertama mayoritas negara mendukung suara anti-Hamas," katanya melalui keterangan tertulis.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi, Muhammad al-Khoudari, ditangkap bareng anaknya, Hani, di Saudi pada April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi kembali tangkapi warga Palestina

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Kepal Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menemui Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar, 16 Desember 2019. (Twitter)

Pemimpin Hamas temui emir Qatar

Pada Oktober 2012, Emir Qatar ketika itu, Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, menjadi pemimpin Arab pertama mengunjungi Gaza sejak wilayah itu diblokade Israel pada 2007. 





comments powered by Disqus